Pengamat Terorisme Ridlwan Habib: Pemerintah Tolak Kombatan eks ISIS Sudah Tepat

 
Pengamat Terorisme Ridlwan Habib: Pemerintah Tolak Kombatan eks ISIS Sudah Tepat

LADUNI.ID, Jakarta - Keputusan pemerintah menolak pemulangan WNI eks ISIS dinilai sangat tepat. Namun, harus diwaspadai pula ancaman balas dendam. Demikian dikatakan pengamat terorisme Ridlwan Habib.

Terkait keputusan tersebut Ridlwan meminta pemerintah harus mewaspadai potensi balas dendam. 
 
“Keputusan itu sudah tepat, sebab Indonesia belum siap jika harus memulangkan eks ISIS, sangat berbahaya. Namun demikian, pemerintah harus waspada terhadap kemungkinan balas dendam oleh simpatisan ISIS di dalam negeri,” kata dia kepada wartawan, Kamis (13/2).

Lebih lanjut dia menjelaskan, sel-sel ISIS yang ada di Indonesia masih sangat banyak. Merekalah yang berpotensi melakukan balas dendam.

Kemungkinan lainnya, munculnya gugatan hukum yang dari keluarga eks kombatan di Indonesia. “Bisa saja akan memicu class action terhadap pemerintah dengan alasan negara mengabaikan hak asasi warganya di luar negeri,” ucap alumni S2 Kajian Intelijen UI tersebut.

 

Selain itu, pemerintah juga akan mendapat kritikan dari kelompok oposisi yang sudah bersikap setuju terhadap rencana pemulangan.

Dia juga mengingatkan, risiko situasi dalam negeri jika kamp pengungsian di Suriah dibubarkan oleh pihak otoritas Kurdi.

“Waspadai pintu pintu masuk imigrasi kita. Terutama, jalan-jalan tikus, karena kalau bisa merembes masuk tanpa diketahui, akan sangat berbahaya,” ujarnya.

 

Terpisah, Pengamat Hukum Internasional Hikmahanto Juwana juga mengatakan pemerintah harus memperketat perbatasan yang bisa menjadi pintu masuk.

Terkait persoalan anak eks kombatan yang terlibat ISIS karena orangtua, Hikmahanto menyebut bukan mustahil mereka sudah di-brainwash (cuci otak). Sehingga mereka aktif dalam berperang. ***