Ketum PBNU, Kiai Said: Pemulangan WNI eks ISIS Hanya Ciptakan Kegaduhan Kedaulatan NKRI

 
Ketum PBNU, Kiai Said: Pemulangan WNI eks ISIS Hanya Ciptakan Kegaduhan Kedaulatan NKRI

Kiai Said bersama Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Metro masa khidmat 2020-2025 di halaman kampus Institut Agama Islam (IAI) Ma’arif NU, Jl. RA. Kartini, 28 Kel. Purwosari Kec. Metro Utara. Foto: nulampung (13/2/).

LADUNI.ID, Jakarta - Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Prof. Dr. KH. Said Aqil Siradj, MA kembali menegaskan menolak WNI eks ISIS pulang ke Indonesia.

Menurut Kiai Said, pemulangan WNI eks ISIS hanya akan menciptakan kegaduhan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Itu masukan dari saya, masukan dari PBNU kepada pemerintah," kata Kiai Said, seperti dikutip dari Media NU Lampung, nulampung.or.id, Rabu (13/2/20).

Sebab, menurut Kiai Said, mereka sudah meninggalkan kewarganegaraan Indonesia bergabung dengan negara ISIS.

"ISIS itu negara loh, ISIS itu negara. Berarti itu sudah selesai kewarganegaraan citizen indonesia,” tegasnya.

 

Kiai Said mengibaratkan bahwa seorang yang telah pergi meninggalkan rumah untuk membangun rumah baru dengan merusak rumah-rumah disekitarnya maka dilarang keras untuk diminta kembali.

“Sama seperti saya melepaskan indonesia masuk ke Taiwan, misalkan. Maka tidak ada hak untuk menjadi warga negara indonesia," terang Kiai Said.

"Melepaskan dengan sendirinya kewarganegaraan Indonesia untuk bergabung dengan negara ISIS, walaupun negara ISIS sekarang bubar. Dulu ada negara ISIS, ada pemerintahannya, ada rakyat, ada wilayah,” tambah Kiai Said.

Kiai Said juga menyatakan tidak setuju jika pemerintah berkeinginan memulangkan WNI eks ISIS.

"Termasuk memulangkan anak-anak mantan anggota ISIS ke tanah air," beber Kiai Said

“Saya tidak setuju, tidak setuju. Sama saja silahkan PBB yang urus lah,” tandas Kiai Said. **