Wapres Tinjau Persiapan Gelaran Moto GP 2021 di Sirkuit Mandalika

 
Wapres Tinjau Persiapan Gelaran Moto GP 2021 di Sirkuit Mandalika

LADUNI.ID. MATARAM – Persiapan sirkuit penyelenggaraan sport tourism Moto GP yang akan berlangsung pada bulan Oktober 2021 tahun depan terus dikebut. Gelaran Moto GP akan digelar di sirkuit Mandalika, Mataram, Nusa Tenggara Barat. Untuk agenda Moto GP 2021 di Indonesia sudah mendapatkan lisensi dari Dorna Sports sebagai pihak penyelenggara Moto GP.
Kesiapan sirkuit tersebut diungkapakan Wapres KH Ma’ruf Amin saat mengunjungi Sirkuit Mandalika didampingi Hj. Wury Ma'ruf Amin sekitar pukul 06.11 WITA sembari berolahraga jalan santai menyusuri pantai Kuta Mandalika, Kamis (20/2/2020).

Wapres berjalan sepanjang 3,8 km dengan durasi sekitar satu jam dua puluh menit. Di seperempat perjalanan, Wapres menghentikan langkahnya saat melihat gambar pusat pengawasan area pantai Balawista yang terpampang di pertigaan jalan yang dilewatinya. Melihat hal itu, lantas, Direktur Utama PT Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) Abdulbar M. Mansoer yang ikut olah raga bersamanya,  menjelaskan rencana pengembangan kavling lahan 200 hektar siap bangun.

Penjelasan proyek-proyek wisata Mandalika dilanjutkan ke Gedung Balawista The Mandalika lantai 2. Usai olahraga, Wapres selanjutnya bersiap menuju acara Bazar Mandalika yang akan digelar pada pukul 09.10.WITA.

Sebagai informasi, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Mandalika ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 52 Tahun 2014, yang diharapkan dapat mengakselerasi sektor pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat yang sangat potensial. Untuk itu, Pemerintah memberikan fasilitas dan kemudahan, baik melalui insentif fiskal maupun non-fiskal, seperti perizinan, ketenagakerjaan, keimigrasian, dan pertanahan.

KEK Mandalika memiliki konsep pengembangan pariwisata berwawasan lingkungan (sustainable tourism), melalui pembangunan obyek wisata dan daya tarik wisata yang berorientasi pada pelestarian dan kualitas lingkungan hidup di wilayah sekitarnya.

Pengembangan wisata yang berkualitas dapat meningkatkan devisa, melindungi dan menjaga lingkungan, alam, serta budaya. (hud)