Akibat Banjir, Sejumlah Pengusaha Akui Alami Kerugian

 
Akibat Banjir, Sejumlah Pengusaha Akui Alami Kerugian

Banjir Jakarta (Foto: Suwarto)

LADUNI.ID, Jakarta - Banjir akhir bulan Februari kembali melanda ibu kota Jakarta. Sejumlah pengusaha mengaku mengalami kerugian.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Gemilang Tarigan mengatakan, ada sekitar 6 ribu truk tak beroperasi karena banjir. Dia menghitung, Jika satu truk dalam sekali angkutan memperoleh Rp 2 juta, maka ditaksir kerugian hari ini mencapai Rp 1,2 miliar untuk perjalanan truk saja.

“Kalau kita prediksi sekitar 6 ribu truk nggak bisa beroperasi. Ya secara kasar kalau satu mobil mengangkut itu Rp2 juta ya sekitar Rp1,2 miliar lah kerugiannya,” kata dia, menuturkan kepada laduni.id, Rabu (26/2/20).

Terpisah, Ketua Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) Zaldy Ilham Masita juga mengatakan, banjir kali ini diprediksi membuat pelaku usaha logistik mengalami kerugian hingga mencapai Rp40-45 miliar. Sebab aktivitas pengiriman logistik di beberapa tempat di Jakarta dan sekitarnya terpaksa berhenti.

“Dampaknya cukup besar karena Tanjung Priok juga banjir, pengiriman dalam kota Jabodetabek juga terhambat,” ungkap Zaldy.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira mengatakan, banjir kali terparah dibandingkan awal tahun kemarin. Selain itu, bencana banjir terjadi pada hari kerja sehingga menyebabkan roda ekonomi di Jakarta dan sekitar mengalami kerugian yang cukup besar.

“Dibandingkan dengan banjir di awal tahun kemarin, kerugian banjir saat ini jauh lebih besar karena ada di hari kerja. Produktivitas Jakarta dan sekitarnya lumpuh,” ujar Bhima.

Bhima menjelaskan, dampak banjir berdampak terhadap ekonomi Jakarta. Pertama sektor ritel terpukul dengan menurunnya kunjungan ke pusat-pusat perbelanjaan dan restoran.

Kedua, distribusi industri manufaktur di kawasan industri terdampak, akibatnya pengiriman barang terlambat, baik bahan baku maupun produk jadi.

Ketiga, pariwisata juga terdampak dengan turunnya pengunjung ke hotel hingga restoran. Ditambah juga dampak mewabahnya virus corona.

Keempat, harga pangan bisa melambung, karena arus distribusi pangan terhambat. Cuaca yang ekstrem berdampak pada produksi pangan.

Kendati perekonomian Jakarta lumpuh, tetapi kata Bhima, sifatnya hanya sementara. Ketika air sudah surut aktivitas bisnis akan kembali normal seperti biasanya.

“Mau kerja dari rumah listrik mati, internet lambat. Jadi nggak produktif sama sekali karena banjir. Betul bisa dibilang lumpuh sementara,” ucap dia.

Sementara mengenai banjir kembali melanda Jakarta, dan terparah kali ini. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, akan fokus membenahi banjir di Jakarta.

“Penanganannya sedang kami kerjakan, karena itu kalau boleh izinkan kami bekerja sehingga fokusnya pada warga Jakarta,” kata Anies kemarin.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) itu memastikan semua warga yang terkena dampak banjir bisa dievakuasi. Kesehatan dan ketersediaan logistik di tempat pengungsian, lanjut Anies, juga menjadi fokus.

“Tempat pengungsian, makanannya cukup, kesehatan terjamin sehingga mereka bisa kembali ke rumahnya ketika banjir surut,” ujar Anies.