Pemerintah Tiadakan UN 2020, Ini Alasannya

 
Pemerintah Tiadakan UN 2020, Ini Alasannya

LADUNI.ID, Jakarta - Pemerintah meniadakan Ujian Nasional (UN) tahun 2020 dikarenakan terus mewabahnya virus corona atau covid-19 di Indonesia.

Menteri Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Nadiem Makarim menyebutkan peniadaan UN rencananya dihapus tahun 2021. Namun hal itu dipercepat.

“Menyikapi terus mewabahnya covid19 di seluruh penjuru Indonesia. Sebelumnya sudah ada kesepakatan UN dihapus mulai tahun 2021. Dengan berat hati, UN 2020 ditiadakan pula. Berlaku untuk SD, SMP, SMA dan sederajatnya. #UNBK,” Cuit Nadiem di akun twitter @NadimMakarim pada Selasa, (24/3/20), Pukul 8.26 WIB.

Menurut Nadiem, jika UN tetap dilaksanakan, bukan hanya membahayakan kesehatan siswa, tetapi juga keluarga siswa.

“Alasan Nomor satu, prinsip dasar Kemdikbud yang terpenting adalah keamanan dan kesehatan siswa kita dan tentu juga keamanan keluarga mereka dan kakek nenek siswa,” ucap Nadiem.

Sebelumnya, Ketua Komisi X DPR RI, Syaiful Huda mengungkapkan, peniadaan UN ini dikarenakan adanya ancaman wabah COVID-19 yang tidak memungkinkan mengumpulkan siswa bahkan untuk melaksanakan UN.

“Jadi tidak mungkin kita memaksakan siswa untuk berkumpul melaksanakan UN di bawah ancaman COVID-19, sehingga UN sepakat kami tiadakan,” terang Syaiful, Senin Kemarin.

Sejumlah opsi, terang Syaiful, tengah dipertimbangkan untuk menjadi bahan penentuan kelulusan siswa, diantaranya nilai rapor, sementara USBN daring dipersiapkan sebagai pengganti UN guna menghindari pengumpulan siswa secara fisik.

“Kami sepakat bahwa opsi USBN ini dilakukan secara daring,” papar Syaiful.

Pemerintah Resmi Putuskan UN 2020 Ditiadakan

Pemerintah resmi meniadakan UN 2020. Keputusan tersebut  diambil setelah Presiden Joko Widodo menggelar rapat terbatas, Selasa (24/3/20) Siang.

Menurut Jokowi, hal tersebut pemerintah putuskan untuk mencegah persebaran Virus Covid-19.

“Untuk mencegah virus ini (covid-19), pemerintah telah mengeluarkan kebijakan untuk belajar di rumah bagi siswa. Ada 8,3 juta siswa yang seharusnya mengikuti UN dari 106.000 satuan pendidikan di Indonesia. Karena itulah dalam rapat terbatas jarak jauh hari ini, pemerintah memutuskan untuk meniadakan UN tahun 2020,” jelas Jokowi.

Widya Islamiati
Mahasiswi UIN Syarief Hidayatullah Jakarta