Jenazah COVID-19 Banyak Ditolak Warga, ini Sebabnya

 
Jenazah COVID-19 Banyak Ditolak Warga, ini Sebabnya

LADUNI.ID, Jakarta - Berbagai masalah yang dihadapi oleh orang dengan positif COVID-19 bertambah komplek selain berjuang untuk bertahan hidup di ruang isolasi RS, kini muncul permasalahan baru, adanya stigma dan diskriminasi di masayarakat, bahkan jenazah  yang sudah meninggal tidak sedikit masyarakat menolak dikuburkan di pemakaman di lingkungan tempat tinggalnya, mereka beranggapan bahwa jenazahnya telah dimakamkan di dalam tanah, virusnya masih bisa menyebar lewat udara dan air dan menularkan warga sekitar.

Banyaknya warga menolak jenazah pasien Covid-19 dikarenakan  kurangnya sosialisasi pemerintah ke masyarakat mengenai penanganan pasien COVID-19 yang sudah meninggal, untuk mengatasi penolakan yang lebih banyak lagi dibutuhkan sosialisasi yang lebih inten ke Masyarakat umum dan dibutukan komunikasi yang inten antara warga, keluarga dan dinas terkait mengenai aturan penanganan jenazah pasien COVID-19.

Sesuai dengan Surat Edaran (SE) nomor: P-002/DJ.III/Hk.00.7/03/2020 dari Dirjen Bimas Islam mengatur tentang Imbauan Pelaksanaan Protokol Pengurusan Jenazah Pasien COVID-19 sebagai berikut:

A. Pengurusan jenazah:
1. Pengurusan jenazah pasien Covid-19 dilakukan Oleh petugas kesehatan pihak Rumah Sakit yang telah di tetapkan Oleh Kementerian Kesehatan;
2. Jenazah pasien Covid-19 ditutup dengan kain kafan/bahan dari plastik (tidak dapat tembus air). Dapat juga jenazah ditutup dengan bahan kayu atau bahan Iain yang tidak mudah tercemar.
3. Jenazah yang sudah dibungkus tidak boleh dibuka lagi, kecuali dalam keadaan mendesak seperti autopsi dan hanya dapat dilakukan Oleh petugas; dan
4. Jenazah disemayamkan tidak lebih dari 4 jam.

B. Shalat Jenazah:
1. Untuk pelaksanaan salat jenazah, dilakukan di Rumah Sakit Rujukan. Jika tidak, salat Jenazah bisa dilakukan di masjid yang sudah dilakukan proses pemeriksaan sanitasi secara menyeluruh dan melakukan disinfektasi setelah shalat jenazah.
2. Shalat jenazah dilakukan segera mungkin dengan mempertimbangkan waktu yang telah ditentukan yaitu tidak lebih dari 4 jam; dan
3. Shalat jenazah dapat dilaksanakan sekalipun Oleh 1 (satu) orang.
     

C. Penguburan Jenazah:
1. Lokasi penguburan harus berjarak setidaknya 50 meter dari sumber air tanah yang digunakan untuk minum, dan berjarak setidaknya 500 meter dari pemukiman terdekat.
2. Jenazah harus dikubur pada kedalaman 1,5 meter, lalu ditutup dengan tanah setinggi satu meter; dan
3. Setelah semua prosedur jenazah dilaksanakan dengan baik, maka pihak keluarga dapat turut dalam penguburan jenazah.

Demikian untuk menjadi perhatian dan dilaksanakan sebagaimana mestinya.