Makam Kuno Berusia 600 Tahun Ini Diyakini Sebagai Makam Waliyullah

 
Makam Kuno Berusia 600 Tahun Ini Diyakini Sebagai Makam Waliyullah

LADUNI.ID, Sumenep - Warga Kecamatan Batang-Batang, Sumenep, Jawa Timur digegerkan dengan penemuan situs makam kuno di puncak Bukit Pal. Diyakini makam waliyullah yang berusia ratusan tahun.

Di lereng Bukit Pal berjarak sekitar 150 meter sebelah barat daya dari area makam yang baru ditemukan itu sudah ada kuburan yang dikenal dengan “Bhuju’ Lanjhang” atau kuburan panjang, dan keberadaannya juga sudah masyhur di kalangan masyarakat Sumenep, terutama bagi masyarakat Batang-Batang.

Area kuburan di Bukit Pal terhampar di atas batas Desa Batang-Batang Daya dan Desa Batang-Batang Laok. Sebagian kuburan berada di Desa Batang-Batang Daya, dan sebagian di atas tanah Batang-Batang Laok.

Luas area kuburan Bukit Pal sekitar 500 meter persegi atau setengah hektar. Berada di sebelah timur laut SMPN 1 Batang-Batang. Sekitar 450 meter dari punggun Jalan Raya Batang-Batang jalur wisata Pantai Lombang Sumenep.

Seorang perempuan bernama Laila (nama samara) yang memiliki kekuatan supranatural dan bisa berkomunikasi serta melihat dunia lain, menuturkan bahwa area kuburan itu sudah berumur sekitar 600 tahun, jauh sebelum Kiai Sangyang Anom dikubur di sana. Bahkan, kata dia, di sana ada banyak tokoh terkemuka.

Dikutip Laduni.id dari laman madura.santrinews.com, Rabu (8/4), Penemuan bermula ketika sekitar 20 hari lalu warga setempat bernama Nasiruddin meminta tetangganya bernama Moh Rasyidi untuk mengajak warga membabat Bukit Pal.

Diberitakan, permintaan Nasiruddin kepada Rasyidi terbilang aneh. Sebab, saat itu Nasiruddin sudah lebih sebulan bekerja di Jakarta. Tiba-tiba dari Jakarta menelpon dan setengah memaksa Rasyidi untuk membabat semak belukar di puncak Bukit Pal.

“Bahkan dia bilang akan menyewa orang lain jika tidak ada warga yang mau membabat bukit itu,” kata Rasyidi di kediamannya, Desa Batang-Batang Laok, Selasa (7/4) kemarin.

Rasyidi adalah orang pertama yang membabat Bukit Pal karena memenuhi permintaan Nasiruddin yang meyakini ada kuburan para alim atau ulama yang sudah lama tidak terawat dan tersentuh oleh masyarakat sekitar.

Pada hari pertama, sambung Rasyidi, tidak banyak warga yang bergabung untuk membersihkan semak belukar, karena bukit itu sebelumnya memang jarang dan bahkan tidak pernah tersentuh oleh masyarakat.

Hari pertama membabat bukit, Rasyidi dikejutkan dengan penemuan kuburan dengan nisan bertulisan huruf Arab pegon. Baru setelah ada penemuan itu, masyarakat mulai kompak bergotong royong membabat dan membersihkan bukit.

Sudah sekitar 20 hari Bukit Pal dibabat. Kini warga semakin dibikin yakin bahwa di Bukit Pal ada makam waliyullah dengan ditemukan 9 nisan terpisah yang bertulisan huruf Arab pegon.

“Sebenarnya kami terus membersikah bukit itu tidak lain hanya karena ingin barokah para ulama dan wali Allah SWT,” tegas Rasyidi.