Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · KH. Muhammad Al-Maghfur, Pendiri Pesantren Raudlatul Muta'alimin Cianjur
✓ Terverifikasi Tim Riset

KH. Muhammad Al-Maghfur, Pendiri Pesantren Raudlatul Muta'alimin Cianjur

1928 – 1993 M · 19.399 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

KH. Muhammad Al-Maghfur mendirikan pesantren di Cijambe, Ciberegbeg, Cibeber, Cianjur setelah beliau menyelesaikan belajar di Cilaku sekitar tahun 1951 dan beliau pada saat itu berumur 23 tahun. Pesantrennya tidak diberi nama, tapi para santri datang dari berbagai penjuru meski tanpa publikasi.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi:

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
1.2  Riwayat Keluarga
1.3  Wafat

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1  Pendidikan
2.2  Guru-Guru

3.    Penerus
3.1  Murid-Murid

4.    Perjalanan Hidup dan Dakwah
4.1  Mendirikan Pesantren
4.2  Mendirikan Majelis Taklim

5.    Karya-Karya
6.    Chart Silsilah Sanad
7.    Referensi

1. Riwayat Hidup dan Keluarga

1.1 Lahir
KH. Muhammad Al-Maghfur lahir pada tahun 1928 M di kampung Nyalempet, Cilaku, Cianjur, Jawa Barat. Beliau merupakan putra dari pasangan H. Sukandi bin H. Mansur dengan Hj. Umi Kulsum binti H. Nawawi.

Ayah beliau, H. Sukandi berasal dari Cilaku. Sedangkan kakeknya, H. Mansur dikenal sebagai tokoh masyarakat yang ahli bertani padi. Dan, yang disebut beras Cianjur pada mulanya berasal dari Cilaku dan Jamudipa.

Ibu beliau merupakan turunan dari H. Nawawi yang juga seorang Tubagus keturunan Sultan Banten. Berdasarkan riwayat keluarga, H. Nawawi mengembara dari Garut ke Cianjur, lalu menikah dengan wanita asli Nyalempet.

1.2 Riwayat Keluarga
Pada umur 21 tahun KH. Muhammad Al-Maghfur menikah dengan seorang gadis asal Cijambe, Cibaregbeg, Cibeber, Cianjur yang bernama Nyai Hj. Fatimah Masbarah binti Abdurrohim (H. Zakaria) bin H. Sapandi, padatanggal 4 Oktober 1949 M bertepatan dengan tanggal 11 Dzulhijjah tahun 1368 H.

Dari pernikahannya beliau dikaruniai 12 orang anak, lima laki-laki dan tujuh perempuan. Tapi, empat orang anak pertama meninggal masih kecil. Yaitu, Sa'diyah, Muhammad, Muflihah, dan Afifah. Kemudian, mulai dari anak yang kelima sampai yang ke 12 Allah berikan umur yang panjang. Mereka adalah sebagai berikut:
1. Muhammad Nawawi, yaitu putra beliau yang paling besar. Nama Nawawi diambil dari nama sang kakek, yaitu H. Nawawi. Para santri beliau generasi awal menyebutnya Kang Muhammad.
2. Hj. Maesurah. Suka dipanggil Eteh Cilaku, Teh Haji dan Mamah Cilaku.
3. Neneng Mafrohah, putranya, K.H. Deden Muhammad Makhyaruddin memanggilnya Enneh sejak kecil lalu yang lain mengikuti panggilan itu. Orang-orang memanggilnya sebelum itu dengan sebutan Teh Neneng.
4. Fauziah. Dipanggil Teh Oo atau Bi Oo.
5. KH. Ilyas Muyassar. Dia adalah putra beliau yang paling mewarisi ilmunya.
6. KH. Ahmad Basyir, Al-Hafizh.
7. Ai Judiyah. Dipanggil Teh Ai.
8. Muhammad Wawan Sofwan. Putra bungsu beliau.

1.3 Wafat
KH. Muhammad Al-Maghfur wafat pada tanggal 25 April tahun 1993 atau bertepatan pada hari Sabtu 2 Dzulqo'dah 1413 H di Cijambe, Cibaregbeg, Cibeber, Cianjur, Jawa Barat.

2. Sanad Ilmu dan Pendidikan

2.1 Pendidikan
Setelah fasih membaca Al-Qur'an KH. Muhammad Al-Maghfur belajar nyantri ke KH. Muhammad Musoffa Yahya di Nyalempet. Yaitu, ayah dari Aa Nyalempet KH. Ahmad Shofiullah. Di sana KH. Muhammad Al-Maghfur mengkhatamkan Kitab Safinah Al-Naja karya Syaikh Salim bin Sumair Al-Hadromi

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+