Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Tuntunan Ibadah · Sejarah

K.H. Muhammad Ilyas, Militansi Seorang Kader

14 May 2020 Β· 4.424 dibaca · Sejarah

LADUNI.ID, Jakarta - Suatu sore pada akhir tahun 1915, KH. Wahab Hasbullah, yang akrab disapa Mbah Wahab berkunjung ke Tebu Ireng hendak bertamu kepada KH. Hasyim Asy’ari, tokoh pendiri NU. Di halaman rumah, beliau menjumpai seorang bocah berusia kurang lebih 4 tahun, yang sedang bermain dengan seekor angsa. “Gus mengapa suara angsa ini begitu keras?” tanya Mbah Wahab. Si bocah yang biasa dipanggil Gus Mad itu spontan menjawab, “Karena takdir Allah.”Dengan nada menggoda, Mbah Wahab berkata, “Bukan, tetapiya karena angsa ini lehernya panjang.” Bocah lugu itu tidak sepakat dan kembali menjawab, “Kalau begitu, mengapa kodok yang lehernya pendek suaranya lebih keras dan ular yang lehernya panjang justru tidak bersuara?”Mbah Wahab yang takjub dengan jawaban itupun tertawa dan menepuk pundak si bocah. “Sampeyan memang istimewa, Gus.”

Di kemudian hari, bocah itu menjelma menjadi seorang tokoh ulama besar. Tokoh yang kita bicarakan ini adalah K.H. Muhammad Ilyas. Beliau adalah anak dari pasangan KH. Qulyubi dan Ma

πŸ”’
Lanjutkan membaca dengan Laduni+

Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan β€” tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+
← Kembali ke Tuntunan Baca di situs utama →