03 Jun 2020 · 2.801 dibaca · Aswaja
LADUNI.ID, Jakarta - Mengambil hikmah di balik bencana, menjadi tabiat orang-orang yang berakal. Karena setiap bencana adalah ayat (sign/code) bagi masing-masing individu. Hikmah apa yang didapat, tergantung kondisi ruhani seseorang dengan Allah swt. Tergantung jauh dekatnya seseorang dengan Allah swt. Dan tergantung ikhlas dan tulusnya hubungan seseorang dengan Allah swt.
Hikmah paling hakiki dari pandemi virus corona adalah mengetahui bagaimana positioning kita di hadapanNya. Pada posisi kontra terhadap-Nya kah? Jauh, dekat, amat dekat atau melebur?
Di antara indikasi posisi kontra terhadap-Nya adalah menolak bencana virus corona sebagai qadla-Nya. Menganggap fenomena tersebut berjalan secara alamiah menurut hukum-hukum materi.
Kemudian menjadikan bencana virus corona sebagai isu untuk menyudutkan, membenci dan melecehkan orang lain yang berbeda keyakinan, aspirasi politik dan pendapat fiqih dengannya.
Waktu virus corona masih endemi di Wuhan Cina, ada yang berkomentar, tentara Allah swt sedang menyerang musuh umat Islam. Seolah-olah
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+