NU Pragaan, Gelar Konsolidasi Kegiatan dan Acara Peringatan Haul KH. A. Basyir

 
NU Pragaan, Gelar Konsolidasi Kegiatan dan Acara Peringatan Haul KH. A. Basyir

LADUNI.ID, Sumenep - Pengurus Mejelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Pragaan periode 2019-2020 merapatkan barisan setelah 1 tahun menjalankan roda organisasi. Untuk mempersatukan visi-misi antar sesama pengurus harian, pengurus menggelar rapat konsolidasi lengkap di mushalla K. Jamali Salim, Minggu (14/6).

Sebelum acara dimulai, pengurus MWCNU Pragaan juga memperingati Haul ke-3 Almaghfurlah wa murabbina KH. A. Basyir Abdullah Sajjad.

"Almarhum salah satu pakunya bumi Madura dan sekaligus Rais Syuriyah PCNU Sumenep periode 2015-2020, yang menutup usianya ketika berkhidmat di Jamiyah Nahdlatul Ulama", kata KH. Junaidi Mu'arif setelah memimpin doa.

Dirinya menjelaskan bahwa warga Madura saat ini masih merasa kehilangan sosok ulama yang meninggalkan beribu-ribu kenangan baik bagi warga nahdliyin.

"Almarhum mampu menanamkan ajaran-ajaran Ahlu Sunnah wal Jamaah Annadhliyah kepada warga Madura. Ajarannya sampai detik ini mendarah daging ke setiap sendi-sendi sosial-keagamaan", ujarnya.

Ketua MWCNU Pragaan tersebut mengajak kepada para kader NU untuk meneladani semangat para ulama pendahulu. Kiai Basyir pernah menjadi Mustasyar PBNU periode 2015-2020. Hal inilah yang bisa dijadikan tuntunan bagi para kader kedepannya.

"Almarhum dikenal dengan sosok yang disiplin atau tepat waktu, istiqamah dalam menuntut ilmu, bersosial, bersilaturrahmi, hingga berpolitik", urainya. Dengan cara inilah beliau mengikat emosi, tradisi, dan persepsi masyarakat hingga gerak-geriknya sesuai dengan tuntutan Nabi Muhammad saw.

Rapat Konsolidasi Pengurus Lengkap
Sebelum pimpinan rapat memimpin acara, Ketua MWCNU Pragaan mengucapkan terimakasih kepada segenap pengurus harian yang sudi hadir untuk membahas beragam persoalan organisasi yang sudah berjalan 1 tahun.

"Semoga kehadiran kita disini dinilai ibadah dan mendapat barokah dari Syaikhana Kholil serta para mu'assis lainnya, serta bisa meneruskan jejak perjuangan ulama shalafu shalih dan para wali", doanya.

Dirinya mengajak kepada seluruh anggota rapat untuk sama-sama introspeksi diri terhadap kegiatan yang sudah berjalan, baik di tingkat Ranting, Lembaga, dan Banom NU. Karena berdasarkan data yang empirik, ada yang berjalan kencang, berjalan di tempat, dan tidak berjalan sama sekali.

"Hasibu qabla 'an tuhasabu. Mari iling-iling, apa yang sudah kita capai dan apa yang belum kita capai?", ajaknya.

Kiai Junaidi sapaannya meminta kepada segenap Wakil Ketua yang tugasnya sebagai pembina Ranting, Lembaga, dan Banom NU untuk mengaktifkan kembali program yang sudah fakum, namun dalam koridor mematuhi protokol kesehatan.

"Mari aktifkan kembali program-program yang sudah disepakati dalam konferensi dan Raker. Lembaga dan Ranting yang tidak aktif, harap didorong untuk mengagendakan sebuah kegiatan. Bagi yang aktif, mohon berikanlah suntikan ide dan motivasi untuk membuat terobosan baru agar bisa ditiru oleh yang lainnya", pinta Kiai Junaidi kepada segenap Wakil Ketua.

Dirinya mengucapkan terima kasih yang kedua kalinya bahwa selama ini para Wakil Ketua sudah meringankan bebannya sebagai ketua.

"Ingat, cara kerja yang baik di organisasi berangkat atas spirit kolektifitas, bukan ego individualistik dan figuristik. Belajarlah kepada semut yang menunjukkan kerja timnya atau dikenal dengan istilah strategi team work", pintanya.

Beranjak pada acara selanjutnya adalah rapat konsolidasi pengurus lengkap yang dipimpin oleh KH. Asy'ari Khatib.

"Seperti yang dikatakan oleh ketua, acara ini adalah muhasabah, introspeksi, refleksi, dan evaluasi terhadap program-program yang diamanatkan dalam konferensi dan dijadikan rujukan dalam setiap program MWCNU, Lembaga, Ranting, dan Banom NU", ungkapnya.

Wakil Ketua MWCNU tersebut menganggap acara ini penting dalam menunjukkan kapasitas pengurus harian.

"Acara malam ini tidak bersifat insidentil, tetapi harus dilakukan secara rutin setiap bulan atau setiap tahun", tegasnya. Oleh karenanya, jadikanlah momen ini sebagai ruang mengasah kemampuan kita, terutama kita akan diingatkan terhadap tanggung jawab yang kita emban selama 5 tahun kedepan.

"Marilah kita mulai dengan membahas tugas Wakil Ketua yang mempunyai binaan Ranting, Lembaga, Banom NU", ajaknya.

Seluruh Wakil Ketua MWCNU menyampaikan beragam konsolidasi kinerja yang dilakukan selama 1 tahun kepada setiap Ranting, Lembaga, dan Banom NU.

"Penyampaian pertanggung jawaban dan evaluasi dilakukan secara estafet, yang dimulai dari saya sendiri, K. A. Subairi Karim, K. Imam Sutaji, K. Sumaryadi, K. Jamali Salim, dan KH. Asnawi Sulaiman", pintanya.

Beragam hal yang disampaikan oleh para Wakil Ketua MWCNU selaku dewan pendamping. Fokus utamanya tentang jalannya program mingguan, bulanan, dan tahunan yang intens dilakukan oleh Lembaga dan Ranting binaannya masing-masing.

80% seluruh Lembaga, Ranting, dan Banom NU menjalankan programnya masing-masing. 20% sebagian tidak menjalankan program berdasarkan hasil konferensi dan Raker.

"Kita datang ke Ranting bukan saat kegiatan seremonial saja, seperti kompolan mingguan atau bulanan, pendalaman kitab kuning, atau hari-hari besar Islam", kata K. A. Subairi Karim.

Wakil Ketua MWCNU tersebut memiliki pandangan bahwa hal yang perlu diprioritaskan adalah pemberdayaan Ranting dan lembaga, seperti penguatan secara hierarki tentang pengelolaan administrasi, tata organisasi, dan program unggulannya.

"Bagi Ranting NU yang aktif, kita terus berkomunikasi dengan mereka lewat Medsos, SMS, dan telepon. Sedangkan yang tidak aktif, kita harus turun ke lapangan untuk mencari tahu latar belakang masalahnya, lalu kita pecahkan sama-sama", ujar K. Sumaryadi saat memberikan solusi.

Hal senada juga disampaikan oleh K. A. Subairi Karim bahwa peran Wakil Ketua diluar kegiatan bulanan Ranting NU adalah membangun komunikasi yang baik agar pendamping tau secara totalitas tentang kendala-kendala yang dihadapi Ranting.

"Kita selaku pendampingan harus menguatkan kegiatan-kegiatan yang urgen, seperti gerakan koin harus dioptimalkan, mengajak kepada warga NU untuk terlibat dalam kegiatan Bahtsul Masail dan kajian Lakpesdam NU yang rutin dilakukan setiap bulan, mengajak berobat ke klinik NU, simpan-pinjam di BMT NU, dan kegiatan lainnya yang diselenggarakan oleh Lembaga", tegasnya.

 Di kesempatan yang berbeda K. Jamali Salim mengutarakan bahwa walaupun pendampingan tidak dijadikan pembicara saat acara bulanan, hal terpenting pendamping bisa mengetahui programnya.

"Ikuti dulu apa kemauan Ranting, toh walaupun kita tidak disodori mikrofon. Jika ada yang melenceng, minta waktu sebentar untuk memberikan pengarahan dan memberikan solusi kepada mereka. Jadi lebih tepatnya kita jadi mediasi bagi mereka", pintanya. Karena jika seorang pendamping berlama-lama memegang alat mikrofon, jamaah merasa bosan sehingga apa yang disampaikan oleh pendamping tidak diamini oleh jamaah.

Di akhir acara pimpinan sidang menarik kesimpulan berdasarkan kesepakatan anggota sidang.

"Mulai bulan depan, kita akan melakukan Safari Ranting secara bersama. Sedangkan jadwal akan dibuat oleh Sekretaris berdasarkan jadwal kompolan Ranting NU. Yang lebih diprioritaskan adalah Ranting NU yang tidak aktif", tegasnya.

Kiai Asy'ari sapaannya juga menjelaskan point - point yang harus disampaikan saat melakukan Safari.

"Pertama, kita kenalkan struktur kepengurusan harian. Kedua, menjelaskan program Lembaga, seperti LDNU, LTNNU, Lakpesdam NU, NU-Care Lazisnu, LKNU, LP Ma'arif, dan lainnya. Ketiga, menjelaskan penggunaan ambulance gratis. Keempat, kerjasama antar warga dengan Swalayan NU. Kelima, program BMT NU", terangnya.

Sedangkan K. Hambali Makhtum selaku Sekretaris MWCNU memutuskan bahwa acara ini akan berlanjut bulan depan dengan melibatkan seluruh pengurus harian, mulai jajaran Syuriyah dan Tanfidziyah.

"Bulan depan kita adakan di kediaman K. Imam Sutaji", pungkasnya.

Reporter : Ach. Khalilurrahman