Alfian Tanjung Minta Maaf pada Banser NU terkait Tuduhan PKI

 
Alfian Tanjung Minta Maaf pada Banser NU terkait Tuduhan PKI

LADUNI.ID, Jakarta - Alfian Tanjung meminta maaf kepada Banser, Ansor dan Nahdlatul Ulama (NU) atas ucapan dan tuduhannya tentang Banser NU adalah anak keturunan PKI. Pernyataan maaf tersebut diungkap Alfian dalam keterangan pers di kantor Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor (PP GP Ansor) di Jl Kramat Raya No. 64A, Jakarta Pusat, Rabu (23/9) kemarin.

Alfian Tanjung menyatakan permintaan maaf kepada GP Ansor, Banser, dan Keluarga Besar NU atas ucapan yang menyinggung itu. Menurutnya, ucapan maaf itu sebagai bagian dari sikap mental positif.

Sebelumnya, Alfian juga menjalani proses mediasi yang dilakukan bersama GP Ansor di Kantor GP Ansor, pada Selasa (8/9) lalu. Dalam proses mediasi ini, terdapat kesepakatan perdamaian yang ditandatangani langsung oleh tergugat Alfian dan Ketua Umum PP GP Ansor, Yaqut Cholil Qumas.

“Saya meminta maaf sebagai ucapan persaudaraan sesama muslim. Karena sesungguhnya sesama mukmin itu bersaudara dan jika terjadi perselisihan harus segera diselesaikan dengan cara-cara damai,” ucap Alfian Tanjung.

Setidaknya, ada lima poin kesepakatan dalam permintamaafan Alfian Tanjung terhadap Banser. Pertama, tergugat secara tulus dan sadar mengakui kesalahannya serta dampak perbuatannya terhadap GP Ansor atau Banser, dan warga Nahdlatul Ulama (NU).

Kedua, tergugat bersedia melakukan konferensi pers untuk menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada Keluarga Besar Ansor, Banser, dan NU.

Ketiga, tergugat berjanji untuk senantiasa menjaga dan mengangkat harkat serta marwah Ansor, Banser, dan NU,” kata Sekjen PP GP Ansor Abdul Rochman mengutip bunyi perjanjian perdamaian yang diterbitkan pada 23 September 2020.

Keempat, tergugat bersedia membayar ganti rugi senilai Rp9.999.999 (sembilan juta sembilan ratus sembilan puluh sembilan ribu sembilan ratus sembilan puluh sembilan rupiah).

Kelima, penggugat bersedia memaafkan dengan catatan tergugat tidak lagi mengulangi kesalahannya. Apabila di kemudian hari tergugat ternyata mengulang kembali kesalahannya, maka Ansor/Banser akan mengambil langkah hukum sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku, baik perdata maupun pidana.

Sementara itu, Sekjen Abdul Rochman mengatakan bahwa ungkapan maaf dari Alfian Tanjung itu disambut dengan baik dan tentu saja sebagai sesama muslim dan sesama warga bangsa Indonesia.

“Atas permintaan maaf itu, tentu kita juga menerima karena yang kita ingin sesungguhnya adalah kehidupan yang tetap rukun dan damai. Apalagi kita disatukan oleh satu pemahaman keagamaan dan kebangsaan yang sama,” jelas Adung, sapaan akrab Sekjen PP GP Ansor.

“Sedangkan uang ganti rugi dari tergugat senilai Rp9.999.999 (sembilan juta sembilan ratus sembilan puluh sembilan ribu sembilan ratus sembilan puluh sembilan rupiah), seluruhnya akan disalurkan ke kas Masjid KH Abdurrahman Wahid, Jl Kramat Raya 65A, Jakarta Pusat,” terang Adung.

Adung melanjutkan bahwa, islah menjadi dasar untuk kedua pihak yang berselisih itu, agar melakukan perjanjian perdamaian sehingga hal serupa tidak kembali terjadi di kemudian hari. Ia juga berharap agar ke depan, di antara kedua belah pihak yang kini telah bersepakat untuk memilih damai agar bisa terus mengembangkan tiga model persaudaraan; Ukhuwah Islamiyah, Ukhuwah Wathaniyah, dan Ukhuwah Basyariyah.

“Saya rasa konferensi pers hari ini menjadikan pelajaran bagi kita sebagai sesama warga bangsa agar bisa saling menjaga nama baik untuk bisa membangun kehidupan di masa yang akan datang. Semoga kita bisa terus menjalin persaudaraan sesama umat Islam, sesama warga bangsa, dan sesama umat manusia,” pungkas Adung.