Peringati HUT TNI ke-75, Gus Mus Kenang dengan Puisi ABRIKU

 
Peringati HUT TNI ke-75, Gus Mus Kenang dengan Puisi ABRIKU

LADUNI.ID, Jakarta - Dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke-75 pada tanggal 5 Oktober 2020 kemarin, Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. Ahmad Mustofa Bisri mengenang dengan mengunggah sebuah puisi yang pernah dibacakan pada zaman Orde Baru.

"Di zaman Orba, saat militer masih bernama ABRI, aku pernah diundang Komando Resort Militer Korem 074 Surakarta untuk membaca puisi," tulis Gus Mus sapaan akrabnya, di akun Facebooknya, pada Senin, 5 Oktober 2020.

Lebih lanjut, puisi itu, Kata Gus Mus, disebut sebagai Puisi Balsem. “Aku pun membuat dan membaca Puisi Balsem,” kata Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Tholibin Rembang.

Berikut isi puisinya:

ABRIKU

Abriku bukanlah satpam
Penjaga supermarket

Pabrik atau kelab malam

Abriku bukanlah petugas tibum
Yang mengejar-ngejar bakul pasar
Yang menggusur-gusur gubug penduduk
Hingga terduduk-duduk  

Abriku bukanlah pengawal
Para preman berdasi
Yang pinter berkolusi  

Abriku bukanlah tukang pukul
Yang disewa pihak yang menang
Agar aman berbuat sewenang-wenang  

Abriku bukanlah portir
Penjaga pintu kebebasan
Yang sudah dibuka oleh undang-undang

Abriku bukanlah hantu berwajah seram
Untuk menakut-nakuti anak nakal
Yang tak mau diam  

Abriku bukanlah koboi
Yang suka menghabiskan peluru
Dan menembakkan tuduhan-tuduhan
Agar orang ketakutan  

Abriku bukanlah bulldozer
Yang senang menggerus rumah
Semut-semut yang lemah  

Abriku bukanlah raksasa bermuka ganda
Yang menyembunyikan muslihat-muslihat
Dalam setiap situasi yang berbeda   

Abriku bukanlah tentara bayaran
Yang mengukur kesetiaan
Hanya dengan uang lembaran  

Abriku bukanlah serdadu
Yang hanya bangga dengan senjata di bahu
Dan kegagahan yang kaku  

Abriku adalah Anak kandung bunda pertiwi
Yang siap mati dan setia menjaganya
Berbekal iman dan takwa
Bersenjatakan saptamarga   

Abriku adalah Bapak yang tersenyum ramah
Tanpa pilih kasih mengayomi seisi rumah

Yang bersenandung menghibur
Bila ada yang resah
Yang mengeluskan kasih sayang
Pada setiap anak malang yang gelisah  

Abriku adalah Ibu yang rela jaga sepanjang umurnya
Demi kedamaian putra-putranya

Yang menyembunyikan rasa lelah dan ratap derita
Bagi kebahagiaan mereka
Yang menebarkan rasa aman dimana-mana  

Abriku adalah Saudara yang tak pernah lupa menyapa
Ketika banyak yang lain seperti tak peduli

Terhadap keterasingan sesamanya
Yang siap mengulurkan tangan tanpa diminta  

Abriku adalah Kawan setia yang senantiasa
Menawarkan dan membuat jasa

Yang bersedia bertukarpikiran dengan siapa saja
Bagi kebaikan bersama  

Abriku adalah Senjata kaum lemah yang menuntut keadilan
Yang menghantam kezaliman tanpa sungkan  

Abriku adalah Saputangan kasih penyeka airmata
Pengusap peluh para pekerja  

Abriku adalah Matahari yang apabila
Tidak menembakkan cahayanya

Maka kegelapan pun akan menyapu semesta. 

"Dirgahayu Tentara Nasional Indonesia," pungkas Gus Mus.