KH. Abdurrahman Mustafa lahir pada 7 Juli 1938, di perkampungan Islam tertua Islam, kampung Air Mata, di Kecamatan Kota Raja, Kota Provinsi Kupang Nusa Tenggara Timur.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Wafat
2. Perjalanan Hidup dan Dakwah
2.1 Dakwah
2.2 Peran di Nahdlatul Ulama
3. Karier
4. Pesan
5. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
KH. Abdurrahman Mustafa lahir pada tanggal 7 Juli 1938, di perkampungan Islam tertua, Kampung Air Mata, di Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur.
1.3 Wafat
KH. Abdurahman Mustafa wafat pada jam 18.30 WITA, hari Rabu, 28 Oktober 2020, di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).
2. Perjalanan Hidup dan Dakwah
2.1 Dakwah
KH. Abdurrahman Mustafa adalah seorang tokoh ulama pejuang sejak masa orde lama menyebarkan Ahlussunnah wal Jama’ah di Kota Kupang maupun di beberapa kabupaten kota di wilayah pulau Flores, wilayah Pulau Timor dan wilayah Pulau Sumba di Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Selaku Imam kelima masjid tertua NTT Masjid Baitul Kodim Air Mata Kota Kupang, beliau tetap mempertahankan Ahlussunnah wal Jama’ah menjadi prinsip dasar Islam. Perjalanan panjang dalam berdakwah dilakukan beliau dengan rasa senang dan penuh keikhlasan. Beliau telah berhasil melalui bebagai rintangan, memikul beban yang cukup berat, karena lahir dari keluarga tokoh yang memperjuangkan Islam di kota Kupang.
2.2 Peran di Nahdlatul Ulama (NU)
Sejak kecil KH. Abdurrahman Mustafa sudah dikenalkan dengan prinsip-prinsip ke NU’an oleh seluruh rumpun keluarganya. Beliau menjalankan amanah dengan meneruskan syiar Islam semasa muda melalui berbagai kegiatan organisasi kepemudaan, mengadakan pengajian di beberapa TPA khusus masjid di wilayah Kota Kupang, melaksanakan yasinan bergilir dan mengajar qunut pada kelompok-kelompok pengajian.
Tak hanya sampai di sini saja perjuangan beliau, berbagai misi demi mengembangkan Aswaja melalui kelompok masyarakat kecil dari kampung ke kampung dan tetap menjaga kemajemukan antara umat beragama di wilayah kota Kupang dan sekitarnya.
Berjuangan mendakwahkan Islam ala NU dari kampung ke kampung pada orde lama tentu banyak tantangan. Tapi hal tersebut, tidak membuat beliau patah semangat, justru membuat beliau semakin giat berdakwah.
Berkah perjuangan yang tak pernah surut itu, diceritakan bahwa beliau telah berhasil membantu mengislamkan 15 ribu Warga Kabupaten Timur Tengah Selatan (TTS) dari kelompok non-Islam yang tertarik masuk Islam pada tahun 1960 sampai tahun 1972.
KH. Abdurrahman Mustafa, melakukan pendekatan melalui berbagai cara, antara lain perjuang lewat pendidikan, pengajian, organisasi, dll. Melalui pengajian itu masyarakat perkampungan dapat mengenal Islam dan memilih organisasi keagamaan adalah Nadhlatul Ulama (NU).
Saat itu, beberapa tokoh-tokoh muda dari kampung di kirim ke sekolah pesentren di Jawa. Diharapkan oleh beliau, agar mereka lebih memahami NU lebih luas dan tidak menghilangkan ciri khas para pejuang pendiri NU.
KH. Abdurahman Musthafa adalah pendiri serta mantan Sekretaris Pertama NU Nusa Tenggara Timur (NTT) pada tahun 1964. Beliau terus berjuang akan terus menyebarkan Ahlussunnah wal Jama
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

