Sekjen PBNU Tanggapi Peristiwa Pengepungan Rumah Ibunda Menko Polhukam

 
Sekjen PBNU Tanggapi Peristiwa Pengepungan Rumah Ibunda Menko Polhukam

LADUNI.ID, Jakarta - Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), A. Helmy Faishal Zaini, menanggapi peristiwa pengepungan rumah ibundah Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD di Pamekasan, Madura, Rabu (02/12/2020).

Sekjen PBNU menyangkan tindakan pengepungan itu, karena dinila berlebihan. Menurutnya, jika memang ada kelompok atau masyarakat yang tidak setuju terhadap pernyataan pejabat, baiknya disampaikan secara baik-baik.

“Saya kira jika kita tidak setuju dengan tindakan/pernyataan seorang pejabat, mungkin akan lebih tepat kita menyampaikan aspirasi dengan baik-baik dan bisa dilakukan dengan mendatangi kantor pemerintahan yang bersangkutan,” ujar Sekjen PBNU A. Helmy Faishal Zaini, sebagaimana rilis yang diterima Laduni.id, Kamis (03/12/2020).

Atas peristiwa itu, Helmy mengharapkan agar keluarga Mahfud MD terutama sang ibunda, bisa diberikan kesabaran. Ia juga menyatakan bahwa Barisan Ansor Serbaguna (Banser) kini sudah berjaga di rumah ibunda Mahfud MD.

“Kami berharap Ibunda Bapak Mahfud MD diberi kesabaran. Nahdlatul Ulama melalui Barisan Ansor Serbaguna (Banser) telah melakukan upaya preventif dan melakukan penjagaan di rumah Ibunda Bapak Mahfud MD,” imbuhnya.

Mewakili seluruh nahdliyin, Helmy Faishal menyatakan bahwa NU menolak keras segala bentuk ancaman, intimidasi, teror dan juga kekerasan dalam bentuk apapun. Menurutnya, segala sesuatu yang terkait dengan aspirasi harus disalurkan dengan memegang prinsip etika yang baik dan bermartabat.

“Kami meminta kepada masyarakat untuk tidak terpancing dengan tindakan-tindakan yang bersifat provikatif. Kita percayakan sepenuhnya kepada tindakan aparat penegak hukum,” pungkasnya.(*)

Pewarta: Fachrul Baharuddin
Editor: Muhammad Mihrob