10 Jan 2021 Β· 3.993 dibaca · Hikmah
LADUNI.ID, Jakarta - Al-Hallaj kembali ke Baghdad untuk mendiskusikan berbagai problem dan isu krusial sufisme, dengan guru-gurunya: Syaikh al-Junaid, Abu Bakar al-Syibli dan sejumlah sufi besar lainnya. Dia selalu tak puas. Pikiran-pikirannya semakin radikal, melawan mainstream, dan menabrak pagar-pagar ortodoksi, tetapi semakin matang.
Dia lalu kembali ke kampungnya untuk tak berhenti mencari Tuhan dan dia menemukan-Nya di dalam rumah hatinya sendiri. Baju sufi ditanggalkannya dan menggantinya dengan baju tentara, kadang baju robek-lusuh, biar lebih bebas dan tak dikenal saleh. Sesudah itu namanya disebut secara popular sebagai al-Hallaj al-Asrâr (Al-Hallaj, sang pemilik rahasia-rahasia).
Al-Hallaj kembali ke Makkah, di samping untuk haji lagi juga terus mencari mengerti tentang eksistensi diri di bumi Nabi, tempat beliau mengajarkan Tauhid (Kemahaesaan Tuhan). Al-Hallaj lagi-lagi tak puas. Ia lantas berkelana ke berbagai negeri di Timur Tengah dan sampai ke Persia, India dan Cina. Di berbagai tempat itu, yang dijalaninya selama lima t
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan β tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+