15 Jan 2021 · 5.779 dibaca · Hikmah
Laduni.ID, Jakarta - Suatu malam yang hening, Syaikh Jalaluddin Rumi mengundang sang mursyid, Syaikh Syamsuddin At-Tabrizi, untuk makan malam di rumahnya. Sebagai murid yang penuh rasa cinta dan hormat kepada gurunya, Rumi telah menyiapkan hidangan terbaik.
Namun, sebelum santapan dimulai, Syams menatap Rumi dengan tenang dan berkata, “Apakah kau bisa menyediakan minuman untukku?” (Yang dimaksud Syams adalah arak/khamer).
Rumi tersentak kaget. “Guru… apakah engkau juga meminumnya?,” tanyanya.
“Ya,” jawab Syams singkat.
Rumi semakin heran.
“Aku benar-benar tidak tahu.”
“Sekarang kau sudah tahu. Maka sediakanlah,” tegas Syams.
Dengan hati gelisah, Rumi mencoba mengelak, “Di malam seperti ini, dari mana aku bisa mendapatkannya?”
“Perintahkan salah seorang pembantumu untuk membelinya.”
“Kalau begitu,” Rumi bergetar, “kehormatanku akan jatuh di hadapan mereka.”
“Kalau
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+