Anjlok di Pasar Kripto, Bitcoin Alami Kerugian Rp.1.400 Triliun

 
Anjlok di Pasar Kripto, Bitcoin Alami Kerugian Rp.1.400 Triliun

LADUNI.ID, Jakarta - Selama dua hari terakhir, nilai Bitcoin merosot. Hal ini mengakibatkan kerugian mata uang digital mencapai lebih dari 10% dan telah melenyapkan sekitar US$ 100 miliar atau sekitar Rp 1.401 triliun (kurs: Rp 14.018) di pasar kripto.

Sebelumnya, koin digital paling berharga di dunia ini sempat mencapai US$ 41.940 pada awal bulan ini sebelum turun tajam pada minggu berikutnya.

Menurut CEO Grayscale Investments, Michael Sonnenshein menyampaikan bahwa mungkin itu merupakan koreksi alami. Sonnenshein mengatakan bahwa koreksi adalah bagian alami dari pasar mana pun dan sangat alami dalam ekosistem bitcoin.

"Dari 2016-2017, kami mengalami 6 koreksi sekitar 30% atau lebih menuju level tertinggi baru," tuturnya, sebagaimana dikutip Laduni.id dari laman CNBC pada Sabtu (23/01.2021).

Sementara itu, Ether, token crypto terbesar kedua berdasarkan nilai pasar juga turun sekitar 10% dari sebelumnya dua hari lalu. Koin tersebut mencapai level tertinggi sepanjang masa di US$ 1.439 pada hari Selasa berdasarkan data Coin Metrics.

Penurunan nilai pasar dari semua cryptocurrency melenyapkan US$ 100 miliar dalam 48 jam terakhir, turun dari sekitar US$ 1,06 triliun menjadi sekitar US$ 945 miliar. Pergerakan harga Bitcoin terbaru terjadi setelah Menteri Keuangan AS yang baru Janet Yellen memperingatkan tentang cryptocurrency yang digunakan terutama untuk pembiayaan ilegal.

Selain itu, mantan Ketua Federal Reserve tersebut mengatakan bahwa pemerintah perlu memeriksa cara-cara yang dapat dilakukan untuk membatasi penggunaannya dan memastikan bahwa pencucian uang tidak terjadi melalui saluran tersebut.

Untuk diketahui, harga bitcoin merosot lebih dari 6% pada Kamis ke level US$ 31.310, jatuh di bawah level US$ 32.000 untuk pertama kalinya sejak 11 Januari berdasarkan data dari situs web industri CoinDesk.(*)

***

Pewarta: Misbachuddin
Editor: Muhammad Mihrob