Isu Marger Dua Perusahaan Raksasa

 
Isu Marger Dua Perusahaan Raksasa

LADUNI.ID, Jakarta - Akhir-akhir ini publik sedang banyak membahas tentang isu merger Gojek dan Tokopedia. Isu ini banyak dibicarakan karena melihat besarnya dampak yang akan muncul jika marger antara Gojek dan Tokopedia ini benar adanya. Kedua perusahaan ini merupakan startup besar yang ada di Indonesia, jadi otomatis keduanya memiliki peran dan pengaruh penting dalam perekonomian di Indonesia.

Sebenarnya,  isu seperti ini sudah terdengar sejak tahun 2018, dan saat ini semakin melonjak naik lagi setelah adanya kabar bahwa rencana marger Gojek dan Grab tidak ada titik terang.

Sebagaimana dikutip dari Deal Street Asia, isu tersebut bermula dari pihak internal yang identitasnya dirahasiakan. Informan itu mengklaim bahwa kedua perusahaan sudah dalam tahap diskusi lebih lanjut mengenai pengaturan bisnis masing-masing. Selain itu, keputusan mengenai rencana merger ini akan dicapai dalam beberapa bulan ke depan.

Kendati demikian, isu ini masih belum jelas, karena dari kedua belah pihak (Gojek dan Tokopedia ) sama-sama belum memberikan penjelasan yang detail dan masih enggan untuk berkomentar mengenai isu ini. Di samping itu, marger Gojek dan Tokopedia ini memberikan dampak positif bagi konsumen dan perekonomian. 

Valuasi Gojek dan Tokopedia sendiri masing masing sebesar 10,5 miliar dollar AS dan 7,5 miliar dollar AS. Pendiri dari kedua pihak perusahaan telah bersahabat sejak lebih dari 10 tahun lalu, dan telah mengantisipasi kerja sama antar keduanya. Dilansir dari Bloomberg, rencana aksi korporasi tersebut bakal menciptakan raksasa teknologi di Indonesia dengan nilai mencapai lebih dari 18 miliar dollar AS atau sekitar Rp 250,2 triliun (kurs Rp 13.900).

Menurut hemat penulis, angka ini sangat menjanjikan bahwa marger antara Gojek dan Tokopedia akan mendobrak pertumbuhan ekonomi. Kerjasama ini akan memberi banyak keuntungan bagi para konsumen dan akan memperluas pasar, terutama pada sektor UMKM.

Tokopedia merupakan platform jual beli dan e-commerce yang menguasai pasar, banyak UMKM yang bergabung di dalamnya. Sedangkan Gojek dibidang transportasi, makanan, dan lain-lain. Yang ada di Tokopedia bisa memanfaatkan layanan transportasi yang memang tersedia di Gojek. Begitupula Tokopedia akan mendapat akses untuk jasa antar dan logistik yang lebih efesien.

Dampaknya terhadap perekonomian, sangat tergantung beberapa hal, antara lain: apakah barang yang dijual di Tokopedia misalnya, adalah bukan barang impor. Kekuatan ekspansi perseroan semakin tinggi, sehingga bisa membawa barang dari Indonesia go Internasional terutama untuk di regional Asia Tenggara.

Di samping itu, jika produk-produk yang ditawaran nantinya berasal dari lokal dan bukan import, hal tersebut bisa membantu perputaran bisnis lokal di Indonesia dan meningkatkan kualitas serta membawa barang-barang lokal Indonesia ke jendela internasional.(*)

***

Penulis: Amelia Putri Handayani
Editor: Muhammad Mihrob