MUI Jakarta Pusat Ajak Umat Muslim Baca Doa Qunut Nazilah Untuk Warga Palestina

 
MUI Jakarta Pusat Ajak Umat Muslim Baca Doa Qunut Nazilah Untuk Warga Palestina
Sumber Gambar: Dok. Laduni.ID

Laduni.ID, Jakarta – Saat ini, Palestina sedang berjuang melawan serangan agresi militer Israel yang menggempur jalur Gaza. Bersamaan dengan itu, ancaman menaiknya kasus covid19 terus membayangi-bayangi tenaga medis di sana.

Dilansir dari suarasulsel.id, seluruh rumah sakit yang ada di Palestina kewalahan melayani para korban tewas dan luka-luka akibat serangan Israel. Persediaan obat-obatan penting juga kian menipis, bahan bakar untuk mempertahankan listrik agar tetap menyala juga makin memprihatinkan.

Setelah satu-satunya laboratorium uji medis virus di Gaza rusak beberapa waktu, dan kini sudah berhenti beroprasi, lonjakan virus corona semakin naik. Ditambah dua dokter terkemuka di Gaza, yang salah satunya adalah wakil kepala gugus tugas virus corona tewas. Dilansir dari Wikipedia dan Our World in Data, covid19 di Palestina sebanyak 305 ribu kasus.

Menyikapi kondisi terkini di Gaza, Palestina Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Jakarta Pusat mengeluarkan surat kepada para pimpinan pondok pesantren, ketua masjid dan musholla, ketua majelis ta’lim, dan khususnya kepada umat muslim di Jakarta Pusat.

Surat yang dikeluarkan pada hari, Rabu (19/05) tersebut berisi himbauan untuk membacakan do’a qunut nazilah.

Terdapat tiga poin yang disampaikan dalam surat tersebut:

  1. Membaca do'a qunut nazilah saat I'tidal di rakaat terakhir shalat fardhu, baik sholat berjamaah maupun sendirian.
  2. Para Imam/Khatib agar membaca do'a qunut nazilah di saat I'tidal rakaat terakhir pada sholat Jum'at atau di khutbah kedua.
  3. Mengeluarkan hartanya untuk membantu perjuangan kaum muslimin dan warga di Palestina melalui lembaga-lembaga yang kredibel dan terpercaya.

MUI Jakarta Pusat juga mengajak kaum muslimin untuk melaksanakan dengan penuh keikhlasan kepada Allah SWT. Agar Allah SWT memberikan kesabaran, pertolongan, dan kemenangan kepada kaum muslimin dan warga sipil di Palestina.