Ketua PCNU Jakpus: Gerakan Wakaf Sebagai Bukti Kepedulian Terhadap Umat

 
Ketua PCNU Jakpus: Gerakan Wakaf Sebagai Bukti Kepedulian Terhadap Umat
Sumber Gambar: PCNU Jakarta Pusat

Laduni.ID, Jakarta - Wakaf adalah kata dalam bahasa arab yang memiliki arti menahan, yaitu menahan hartanya yang dimiliki untuk digunakan dalam jalan kebaikan. Jika diibaratkan sebagai pohon, lalu pohon tersebut dapat berbuah dan memberi kenyamanan orang yang berteduh dibawah pohon tersebut dan memberi manfaat kepada orang lain, seperi itu lah hasil seseorang yang mewakafkan hartanya dalam hal kebaikan, pahala akan terus mengalir kepada orang tersebut.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua PCNU Jakarta Pusat, Gus Syaifuddin, dalam acara peresmian dan peletakan batu pertama pembangunan Gedung Sekretariat NU Ranting Karang Anyar, Kecamatan Sawah Besar, dan Madrasah Al-Quran El-Fata, Sawah Besar, Jakarta Pusat pada hari Kamis (27/5).  

“Banyak pengusaha dan orang kaya di Jakarta belum diberi kesempatan untuk mewakafkan hartanya dalam hal kebaikan seperti ini, yang mereka raih hanya mengumpulkan harta dan kekayaan setiap harinya. Padahal jika hartanya diwakafkan untuk agama dan pendidikan, pahalanya akan terus mengalir untuk dirinya dan keluarganya sampai liang lahat kelak,” ujar Gus Syaifuddin.

Gus Syaifuddin menjelaskan bahwa, gerakan wakaf yang diinisiasi oleh Ust Rifqi Fuadi yang juga Bendahara PCNU Jakpus ini sangatlah mulia, ini merupakan bentuk kepedulian terhadap umat dan pendidikan agama khususnya ilmu Al-Quran.

“Pendidikan dalam islam sangat penting, dalam hadisnya disebutkan ‘Barang siapa yang ingin menguasai dunia, peganglah teguh terhadap ilmu, dan barang siapa yang kelak ingin bahagia di akhir juga harus berpegang teguh dengan ilmu, dan barang siapa yang ingin keduanya teruslah berpegang teguh dengan ilmu’ dari hadis ini sudah jelas ilmu adalah senjata utama untuk meraih kebahagiaan dunia akhirat,” kata Gus Syaifuddin.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Syaifuddin yang juga Kandidat Doktor Ilmu Manajemen Universitas Negeri Jakarta ini mengajak seluruh warga NU untuk ikut peduli terhadap pendidikan, khususnya pendidikan Al-Quran.

“Saya lihat tampak hadir pengurus badan otonom Muslimat dan Fatayat yang notabennya adalah para ibu-ibu yang lebih memiliki peran penting dalam pendidikan, ada seorang penyair Arab Hafidz Ibrahim mengungkapkan seperti ini ‘Ibu adalah Madrasah pertama bagi anaknya, jika engkau persiapkan ia dengan baik, maka sama halnya engkau persiapkan bangsa yang baik pokok pangkalnya’ ungkapan ini begitu penting, selain membentuk tempat pendidikan, peran ibu-ibu ini dalam dunia pendidikan juga penting, terutama dalam melahirkan tokoh-tokoh bangsa dan agama,” tutup Gus Syaifuddin

 

Oleh: Farhan Maksudi