Laju Covid Meningkat, Gus Mus Minta Pemerintah Tarik Rem Darurat

 
Laju Covid Meningkat, Gus Mus Minta Pemerintah Tarik Rem Darurat
Sumber Gambar: Foto (ist)

Laduni.ID Jakarta – Laju wabah Covid 19 yang semakin meningkat membuat ulama kharismatik Nahdliyin, Kyai Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus, prihatin sekaligus memberikan pesan, dan himbauan kepada pemerintah dan seluruh pihak. Pesan itu disampaikan oleh Gus Mus melalui Instagram pribadinya, IG: s.kakung. Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Leteh, Rembang, itu menyampaikan rasa keprihatinan yang mendalam terhadap lonjakan kasus wabah Covid 19 yang semakin tinggi. 

"Saudara-saudaraku, seperti yang kita baca dari berita-berita, peningkatan lonjakan kasus Covid 19 saat ini luar biasa. Setiap kita membaca status, di Facebook, unggahan di Instagram, di twitter, ini kita seringkali membaca; Innalillahi wa Inna Ilaihi Rojiun. Guru kita, kyai kita, kawan kita, saudara kita, famili-famili kita, wafat. Dan kebanyakan dari mereka (wafat), karena virus Covid 19 ini. Dan menurut yang kita baca, dari bulan kemarin, sampai Jum'at kemarin, peningkatannya luar biasa. Kasus yang terkonfirmasi positif itu sampai 1 juta 90 sekian. Jadi saya muskil kalau pandemi yang merupakan wabah kemanusiaan dan yang mengenai siapa saja, masih ada yang tidak mempercayainya. Atau yang menganggap ini sepele," ujar Gus Mus dalam video IG pribadinya yang diunggah pada Senin, 21 Juni 2021. 

Ia melanjutkan, betapa wabah global ini telah merenggut banyak nyawa di dunia berikut dampaknya yang seharusnya tidak boleh dianggap sepele. "Kita sudah melihat sendiri, paling tidak mendengar dari berita-berita di dunia ini. Bagaimana dampak dari pandemi ini, misalnya terhadap kebijaksanaan-kebijaksaan pemerintahan Saudi Arabia tentang haji dan umroh yang membikin kita ikut gundah. Ini yang sering saya katakan, ini musibah kemanusiaan, bukan hanya musibah perorangan, kelompok, partai, negeri, daerah, etnis, agama, tetapi manusia secara keseluruhan. Tentu saja pelonjakan kasus Covid 19 ini mempunyai dampak yang luas sekali. Misalnya, kita sudah mendengar, rumah sakit-rumah sakit penuh, shelter-shelter di kabupaten sampai desa itu penuh. Kekurangan dokter, tenaga medis, dan siapa saja yang berada di garis depan ini untuk ngurusi pandemi ini tentu saja telah mengalami kelelahan yang luar biasa," ulas Gus Mus. 

Dalam video yang berdurasi 10 menit 42 detik itu, Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu juga mengharapkan agar semua pihak memberikan atensi dan fokusnya pada persoalan wabah Covid 19 yang dinilai berdampak nyata pada krisis kemanusiaan.  "Maka ini tentu saja, rasa kemanusiaan kita, terutama sebagai bangsa Indonesia, yang berperikemanusiaan yang adil dan beradab membuat kita harus bersikap lain. Memprioritaskan persoalan kemanusiaan ini dari yang lain-lain. Soal politik, soal apa saja, bahkan soal ekonomi. Kita harus prioritas ini dulu, bagaimana mengekang laju penularan dari virus ini, sehingga nanti kita bisa berbuat yang lain," sambung Gus Mus. 

Pada kesempatan itu, Gus Mus memberikan tiga pesan dan harapan, yang tidak hanya dialamatkan kepada pemerintah, tetapi juga kepada seluruh pihak. "Nomor satu pemerintah. Saya mengharapkan pemerintah tegas, seperti yang dihimbau oleh banyak kalangan, yaitu segera ngerem. Menarik rem darurat. Apakah mau membatasi kegiatan masyarakat, atau apa, pokoknya yang jelas. Pemerintah harus melakukan tindakan yang tegas, yang jelas, untuk menanggulangi ini, pertama. Atau istilahnya menarik rem darurat, segera. Jangan ditunda-tunda, ini prioritas," harap Gus Mus. 

Kedua, kepada tokoh-tokoh masyarakat, Gus Mus menghimbau agar dapat turut serta mensosialisasikan, menjelaskan kepada masyarakat yang belum paham atau menganggap virus ini tidak ada, bisa diberikan penjelasan sejelas-jelasnya. "Yang sudah bosan menggunakan masker, kita himbau untuk bersabar demi kepentingan bersama. Bukan untuk kepentingan sendiri. Jadi ini kita sedang diuji rasa kesetiakawanan. Kita misalnya memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, tidak berkerumun, membatasi kegiatan, itu untuk kepentingan sesama, bukan hanya untuk kepentingan kita sendiri. Ini yang sering saya katakan, bahwa saat ini, kita dituntut untuk lebih peduli kepada sesama," tutur Gus Mus. 

Ketiga, Gus Mus mengajak kepada seluruh pihak untuk tetap terus berikhtiar bermunajat, memohon doa kepada Allah SWT. "Marilah kita jangan pernah berhenti memohon kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Mari kita beristigfar kepada Allah Ta'ala, siapa tahu, pengampunan Allah terhadap dosa-dosa kita dapat mengembalikan rahmat-Nya kepada kita semua, menolong kita dari pandemi yang terus mengancam ketenangan kita ini. Kita beristigfar, memohon ampun kepada Allah, dan memohon kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala; Ya Allah, sudahilah Ya Allah, hentikanlah, sirnakanlah wabah ini dari muka bumi ini. Kami bertaubat," pungkas Gus Mus. (Editor: Ali Ramadhan)