Sejarah Pengumpulan dan Penulisan Al Quran

 
Sejarah Pengumpulan dan Penulisan Al Quran
Sumber Gambar: Dok. Laduni.ID

Laduni.ID, Jakarta – Dalam kitab Ushulun fit Tafsir, Syaikh Utsaimin rahimahullah menyebutkan bahwa di masa Rasulullah masih hidup, belum ada upaya mengumpulkan Al Quran menjadi satu mushaf seperti sekarang. Hal ini disebabkan paling tidak karena dua hal:

1. Banyaknya para sahabat yang menghafal Al Quran, sehingga tidak ada hajat untuk menuliskannya

2. Sarana untuk menulis belum tersedia, sehingga Al Quran ketika itu ditulis di berbagai media. Bisa di pelepah kurma, di lembaran kulit atau bahkan di batu.

Kemudian di saat Khalifah Abu Bakr Ash Shiddiq memerintah, banyak penghafal Al Quran yang syahid di Perang Yamamah ketika memerangi gerombolan Nabi palsu Musailimah Al Kadzzab. Karena itu, Umar mengusulkan agar Al Quran didokumentasikan secara tertulis dan dikumpulkan jadi satu mushaf.

Abu Bakr kemudian memanggil Zaid bin Tsabit Al Anshari untuk melaksanakan misi tersebut. Zaid kemudian mengumpulkan Al Quran dalam satu mushaf. Paska wafatnya Abu Bakr, mushaf ini disimpan oleh Umar. Setelah Umar wafat, mushaf ini disimpan oleh putri Umar dan sekaligus istri Rasulullah, Ummul Mukminin Hafshah radhiyallahu 'anha.

Di era Utsman, ketika Islam sudah mulai tersebar sampai ke Armenia dan Azarbaijan, Utsman membentuk sebuah tim untuk membuat Quran standar. Lagi-lagi Zaid bin Tsabit ditugaskan untuk misi ini, dibantu oleh Abdullah Ibn Az-Zubair, Sa’id bin Al 'Ash dan Abdurrahman bin Al Harits bin Hisyam.  Quran ini disalin dari Mushaf yang ada pada Hafshah untuk kemudian disebarkan ke berbagai penjuru wilayah yang dikuasai oleh kaum muslimin.

Wallahu a'lam..

Keterangan gambar:

- Potongan manuskrip Al Quran dengan khat Hijazi yang tersimpan di Musium Birmingham, Inggris.
Setelah diuji radiokarbon diperkirakan ditulis abad pertama hijriyyah. Dibandingkan dengan ayat dari mushaf Al Quran yang ada di masa sekarang. Tidak berbeda.

- Manuskrip Samarkand, termasuk mushaf di awal Islam, ditulis dengan khat Kufi. Sekarang tersimpan di Tashkent, Uzbekistan

Dikutip dari Yeni Syafira S


Editor: Daniel Simatupang