Ketum MUI: Tugas Besar Ulama di Masa Pandemi Beri Edukasi

 
Ketum MUI: Tugas Besar Ulama di Masa Pandemi Beri Edukasi
Sumber Gambar: Ketum MUI/Rais Aam PBNU, Kiai Miftachul Akhyar (Foto: ist)

Laduni.ID, Jakarta - Ulama, sebagai waratsatul anbiya atau pewaris para nabi, mengemban mandat berat di musim pandemi Covid 19. Hal itu disampaikan Ketua Umum (Ketum) Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Miftachul Akhyar di kantor Wakil Presiden RI, di Jakarta, Senin 12 Juli 2021. Ulama kharismatik asal Surabaya yang juga menjabat Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu menjelaskan, tugas berat itu adalah memberikan edukasi, literasi kepada masyarakat, bahwa wabah Covid itu nyata adanya dan bukan hoaks.

Pengasuh Pondok Pesantren Miftachus Sunnah Surabaya, Jawa Timur itu berharap ulama dapat mengoptimalkan perannya di tengah masyarakat untuk memberikan pemahaman dan penyadaran akan bahaya Covid 19 sekaligus upaya pencegahan dini untuk menjaga diri, keluarga dan masyarakat.
"Kami mengharapkan peran itu betul-betul dimaksimalkan karena Covid-19 ini bukan hoax, melainkan betul-betul nyata. Bukan hanya Indonesia yang mengalami musibah," ujar sosok yang akrab disapa Kiai Mif, dikutip dari MUI, Selasa 13 Juli 2021.

Mantan Rois Syuriyah PWNU Jawa Timur itu melanjutkan, ujian, cobaan atau musibah, sebetulnya bukan sesuatu yang baru bagi para ulama. Mengutip sabda Rasulullah Muhammad SAW, Kiai Mif menjelaskan, bahwa manusia yang paling berat menerima ujian adalah para nabi, kemudian para pewarisnya dan termasuk ulama. Maka tanggung jawab seorang ulama di sini dibutuhkan untuk semakin menyadarkan umat demi keselamatan dan kemaslahatan umat.

"Kedudukan keulamaan bukan kedudukan yang seharusnya kita nikmati. Seharusnya bagaimana kita bisa memberikan penerangan, memberikan ketenangan kepada umat, kepada bangsa. Yang dihadapi ulama bukan hanya memberikan pencerahan, melainkan menyadarkan bahwa virus ini bukan (sebatas) ujian, melainkan menghadapi mereka yang menyebarkan virus fitnah tentang kebohongan Covid-19,"  ujar pria yang pernah mondok di Ponpes Tambak Beras, Jombang, Jawa Timur.

Ia mengajak kepada seluruh kiai, ulama dan tokoh agama untuk tetap terus bermunajat sekaligus melakukan ikhtiar yang terbaik agar pandemi ini segera berlalu. "Mudah-mudahan ini mendapatkan pencerahan dan Allah SWT segera mengangkat anak bangsa yang tercinta ini bisa mengalami kehidupan yang normal," pungkasnya.

Sumber tulisan : Majelis Ulama Indonesi (MUI)
Editor                : Ali Ramadhan