Jelang Lebaran Kurban, PBNU Terbitkan Edaran

 
Jelang Lebaran Kurban, PBNU Terbitkan Edaran
Sumber Gambar: Gedung PBNU (Foto: Ist)

Laduni.ID, Jakarta- Jelang Idul Adha 1442 H yang jatuh pada Selasa 20 Juli 2021 mendatang, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menerbitkan Surat Edaran dengan nomor: 4162/C.I.34/07/2021. Konsideran edaran itu adalah dalam rangka turut membantu kebijakan pemerintah yang telah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di wilayah Jawa dan Bali yang diterbitkan guna memutus mata rantai penyebaran wabah Covid 19.

Diantara bunyi edaran itu, PBNU menginstruksikan kepada seluruh pengurus wilayah, cabang, lembaga dan banom, asosiasi pesantren yang berada di bawah naungan RMI NU serta segenap warga Nahdliyin yang berada di wilayah PPKM Darurat, maka kegiatan takbiran Idul Adha di Masjid/Musholla atau di lapangan ditiadakan. Sementara warga Nahdliyin yang berada di zona hijau dapat melangsungkan kegiatan takbiran dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

“Di daerah-daerah yang dinyatakan aman dari Covid 19 (zona hijau) oleh pemerintah setempat dan satuan tugas penanganan Covid 19, dapat melaksanakan Takbiran di Masjid/Mushalla dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Adapun untuk daerah-daerah yang ditetapkan masuk dalam PPKM Darurat, atau daerah yang dinyatakan tidak aman dari Covid 19 (zona merah, zona oranye dan zona kuning), maka Takbiran dilaksanakan di rumah masing-masing bersama keluarga inti dan tidak dilaksanakan di Masjid/Mushalla,” demikian bunyi edaran nomor 5 butir a, yang diterima redaksi Laduni.id, Rabu malam, 14 Juli 2021.

Hal yang sama juga berlaku saat pelaksanaan Sholat Idul Adha. “Di daerah-daerah yang dinyatakan aman dari Covid 19 (zona hijau) oleh pemerintah setempat dan satuan tugas penanganan Covid 19, dapat melaksanakan Sholat Idul Adha 1442 H di Masjid/Mushalla dengan menjalankan protokol kesehatan secara ketat dan disiplin. Adapun untuk daerah-daerah yang ditetapkan masuk dalam PPKM Darurat, atau daerah yang dinyatakan tidak aman dari Covid 19 (zona merah, zona oranye dan zona kuning), maka Shalat Idul Adha 1442 tidak dilaksanakan di Masjid/Mushalla atau lapangan,” sambung edaran itu dengan nomor 5 butir b.

PBNU juga menghimbau kepada warga Nahdliyin yang mempunyai kemampuan ekonomi untuk mengalihkan dana pembelian hewan kurban dan mendonasikannya kepada masyarakat yang terdampak wabah Covid 19. “Pandemi Covid 19 telah menimbulkan dampak buruk di masyarakat terutama timbulnya masalah sosial ekonomi. Oleh karena itu, PBNU menghimbau warga Nahdliyin yang memiliki kemampuan secara ekonomi agar mendonasikan dana yang akan dibelikan hewan kurban untuk membantu masyarakat yang terdampak Covid 19,” lanjut edaran dengan nomor 5 butir c.

Adapun warga NU yang ingin berdonasi sekaligus punya kemampuan ekonomi untuk membeli hewan kurban, PBNU mempersilahkan melaksanakan keduanya. “Warga Nahdliyin yang memiliki kemampuan untuk berdonasi dalam rangka membantu penanggulangan dampak Covid 19 dan juga memiliki kemampuan untuk melaksanakan kurban, dipersilahkan untuk melaksanakan keduanya,” tulis edaran itu dengan nomor 5 butir d.

Edaran PBNU itu juga menyertakan lembar lampiran pelaksanaan Protokol Kurban Pada Masa Pandemi Covid 19 yang diterbitkan oleh Satgas NU Peduli Covid 19. Protokol itu mengatur tentang tata cara kurban yang terbagi dalam lima tahapan yang terdiri dari; protokol kedatangan hewan kurban dari daerah asal, protokol penjualan dan pembelian hewan kurban, protokol pengantaran hewan ternak, protokol penyembelihan dan pemotongan hewan kurban serta protokol pendistribusian daging kurban.  

Edaran PBNU ini ditandatangani oleh Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Katib Aam PBNU KH Yahya Cholil Staquf, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, dan Sekretaris Jenderal PBNU H Ahmad Helmy Faishal Zaini. Surat edaran ini diterbitkan pada 28 Dzulqa’dah 1442 H atau 9 Juli 2021.

Editor : Ali Ramadhan