Ingatkan Pentingnya Bersanad, MUI Kab. Bogor akan Buat Museum Ulama Bogor

 
Ingatkan Pentingnya Bersanad, MUI Kab. Bogor akan Buat Museum Ulama Bogor
Sumber Gambar: muidigital

Laduni.ID, Jakarta – Isnad adalah urusan agama, jika urusan isnad tidak diperhatikan maka orang bisa berbicara sesuai kehendak hatinya. atas dasar itulah mengapa sangat penting memiliki sanad keilmuan.

Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Umum MUI Kabupaten Bogor, H Irfan Awaluddin, SThI, MSi atau Gus Irfan saat sambutan dalam acara seminar luring dan daring bertemakan “Jejaring Ulama Jawa Barat: Sanad Kelimuan, Nilai Juang, dan Semangat Ukhuwah Islamiyah” pada Sabtu, (29/8/20210) lalu.

Dilansir dari muidigital, seminar yang dimoderatori oleh Ustadz Fuad Hasan, MA bersama Dr Ahmad Ginanjar Sya’ban, seorang filolog Islam sebagai pemateri utama ini menekankan tentang pentingnya bersanad kepada ulama yang ada di Jawa Barat bagi para pelajar dan pencari ilmu.

Gus Irfan menjelaskan bahwa masih banyak literatur-literatur tentang ulama Jawa Barat yang belum ditemukan, namun sampai saat upaya untuk menemukan sejarah yang hilang masih terus dilakukan oleh para filolog Islam. Upaya yang dilakukan adalah menggali naskah-naskah yang masih disimpan oleh pihak keluarga, mencari dokumen-dokumen di perpustakaan universitas, baik dalam negeri maupun luar negeri untuk selanjutnya dipelajari dan diteliti.

“Di Bogor ada ulama, mahagurunya para ulama. Namanya Syekh Mukhtar. Konon KH Hasyim Asy’ari dan KH Ahmad Dahlan merupakan muridnya. Ulama ini berasal dari keturunan Sukaraja, hijrah ke Makkah dan meninggal di sana. Muridnya sekitar 400 orang di Masjidil Haram,” ujarnya.

KH Dr Ahmad Mukri Aji, MA, MH, Ketua MUI Kabupaten Bogor yang hadir sebagai Keynote Speaker menyampaikan bahwa ilmu sanad merupakan ilmu yang langka, oleh karena itu para kiai, asatidz, dai, dan penceramah penting untuk mengetahui ilmu tersebut.

Sebagai motivasi, lanjut beliau, penting kiranya untuk meniru keikhlasan para ulama terdahulu dalam menuntut ilmu, sebab dengan begitu keberkahan para guru-guru juga akan mengalir dengan sendirinya.

“Sikap ikhlas para ulama membuat murid muridnya, cucu cucunya mendapatkan keberkahan,” ujar Kyai Mukri.

Selain itu, beliau juga menambahkan jika MUI Kab. Bogor akan membuat museum ulama Bogor dalam waktu dekat. Museum tersebut difungsikan untuk “menghidupkan” kembali ulama-ulama yang ada di Jawa Barat seperti biografi, karya-karya, makam, dan lain sebagainya.

“Untuk itu diminta semua MUI kecamatan se-kabupaten Bogor untuk mendata ulama ulama di wilayahnya baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal,” kata beliau.

Dr Ahmad Ginajar Sya’ban mengungkapkan jika keberadaan ilmu sanad itu sangat penting supaya sejarah dan ilmu-ilmu pada ulama tidak terputus. “Ini berakibat pada musibah kegalauan identitas. Ibarat pohon, tumbuhnya kurang maksimal, buahnya kurang maksimal dan mudah tumbang karena tidak berakar kuat,” tegasnya.

“Dalam tradisi kelimuan Timur Tengah, selalu lahir dalam satu abad seorang yang menyusun biografi ulama, sejarah, karya, dan thabaqat guru guru,” ujarnya yang juga alumni Universitas Al-Ahzar Mesir.


Editor: Daniel Simatupang