Makam Habib Sholeh Tanggul, Destinasi Religi Kabupaten Jember

Memperoleh Donasi Sebesar : Rp 0. Donasi Sekarang
 
Makam Habib Sholeh Tanggul, Destinasi Religi Kabupaten Jember
Sumber Gambar: Capture YT Ayap

Laduni.ID, Jakarta – Habib Sholeh bin Muhsin al-Hamid (Habib Sholeh Tanggul) merupakan seorang waliyullah yang kewaliannya mencapai tingkatan Qutub. Walau dinisbatkan dalam nama beliau daerah Tanggul, sebenarnya beliau berasal dari Hadramaut, Yaman yang kemudian melakukan perjalanan dakwah ke Nusantara pada tahun 1921. Kemudian Habib Sholeh menetap di daerah Tanggul, Jember, Jawa Tengah.

Habib Sholeh lahir dari keluarga seorang ulama sufi yang juga bekerja sebagai pedagang, ayah beliau bernama Al Habib Muhsin bin Hamid sedangkan ibunya bernama Aisyah. Beliau lahir di desa Qorbah Ba Karman, Hadramaut, Yaman pada 17 Jumadil Ula tahun 1313 H, bertepatan pada tahun 1895 M.

Dalam perjalanan dakwahnya, Habib Sholeh Tanggul meninggalkan beberapa sumur yang bisa dikatakan merupakan bagian dari karomah beliau. Salah satunya ialah yang berada di Tempeh, Lumajang, Jawa Timur. Sumur ini dapat menyembuhkan orang dari penyakit santet, sihir, pellet, dan semacamnya.

Kisah lain datang dari Alwi Shihab, adik dari Quraish Shihab, yang menjadi Menteri karena doa dari Habib Sholeh Tanggul. Ketika itu, Alwi Shihab datang mengeluh kepada Habib Sholeh, lalu oleh beliau Alwi Shihab diperintahkan mandi di dua sumur sekitar kediaman Habib Sholeh. Lalu Habib Sholeh memerintahkan Alwi Shihab untuk datang menemui Adam Malik yang saat itu menjabat sebagai Menteri Luar Negeri.

Saat ini sumur-sumur tersebut masih terjaga dengan baik dan airnya pun masih tetap mengalir walaupun di musim kemarau.

Kemampuan para wali dalam mencari titik sumber mata air memang sangat hebat, buktinya setiap makam waliyullah tak jauh dari tempat itu selalu ada sumur, keran air, atau sumber mata air. Bahkan di komplek makam Habib Sholeh Tanggul diberi tulisan, “Keran Air Jangan Ditutup!” karena saking melimpahnya air di lokasi tersebut.

Habib Sholeh bin Muhsin al-Hamid sendiri wafat di suatu senja pada hari Sabtu, 8 Syawal 1396 Hijriyah (1976 M). Beliau wafat setelah berwudhu dan belum sempat melaksanakan shalat Maghrib. Beliau dimakamkan pada Ahad, 9 Syawal 1396 Hijriyah, setelah shalat Dzuhur, di samping kiblat Masjid Riyadus Sholihin.

Komplek makam beliau terletak sebelah selatan Stasiun Tanggul Jember, Jl. Kemuning, Krajan, Tanggul Kulon, Kec. Tanggul, Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Sumber foto: Masjiduna.com, twitter @Husen_Jafar, twitter @andresempu, twitter @emSyukronn, Mata Lensa Nusantara


Editor: Daniel Simatupang