Al-Imam Muhammad An-Naqib bin Ali Uraidhy bin Ja’far Ash-Shodiq merupakan seorang yang tekun beribadah, dermawan dan seorang ulama agung. Di antara saudara-saudaranya termasuk anak yang paling bungsu
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1 Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Nasab
1.3 Wafat
2 Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau
2.1 Masa Menuntut Ilmu
2.2 Guru-Guru Beliau
3 Penerus Beliau
3.1 Anak-anak Beliau
3.2 Murid-murid Beliau
5 Kepribadian Beliau
6 Pendapat Perawi Hadis
7 Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
Dilahirkan dan dibesarkan di Madinah, dan kemudian memilih untuk tinggal di kawasan 'Uraidh.
1.2 Nasab
Al-Imam Muhammad An-Naqib bin Ali Uraidhy bin Ja’far Ash-Shodiq merupakan seorang yang tekun beribadah, dermawan dan seorang ulama agung. Di antara saudara-saudaranya termasuk anak yang paling bungsu, paling panjang umurnya dan salah satu yang menonjol. Ayahnya, Ja'far ash-Shadiq meninggal pada ketika dia sedang kecil.
Ali bin Ja`far atau semakin dikenal dengan Ali al-Uraidhi yaitu putra dari Imam Ja'far ash-Shadiq dan saudara dari Imam Musa al-Kadzim. Dia dikenal dengan julukan al-`Uraidhi, karena dia tinggal di suatu kawasan yang bernama `Uraidh (sekitar 4 mil dari Madinah), selain itu dia juga dipanggil dengan julukan Debu Hasan.
Al-Imam Muhammad An-Naqib bin Ali Uraidhy bin Ja’far Ash-Shodiq adalah keturunan dari Nabi Muhammad Rasulullah SAW. Dengan urutan silsilah sebaga berikut
- Nabi Muhammad Rasulullah SAW
- Sayyidah Fatimah Az-Zahra Istri Sayyidina Ali bin Abi Thalib
- Al- Imam Husein
- Al-Imam Ali Zainal Abidin
- Al-Imam Muhammad Al-Baqir
- Al-Imam Ja’far Shodiq
- Al-Imam Ali Uraidhy
- Al-Imam Muhammad An-Naqib
1.3 Wafat
Wafat pada tahun 112 H di kota 'Uraidh dan disemayamkan di kota tersebut. Makamnya sempat tak dikenal, lalu Zain bin Abdullah Bahasan menampakkannya, sehingga terkenal sampai sekarang.
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau
2.1 Masa Menuntut Ilmu
Keilmuan didapat dari ayah dan sahabat ayahnya, selain itu didapat pula dari saudaranya, Musa al-Kadzim, juga berupaya bisa dari Hasan bin Zaid bin Ali. Banyak pula yang meriwayatkan hadits dari jalur Ali al-Uraidhi, Di antara kedua putranya (Ahmad dan Muhammad), cucunya (Abdullah bin Hasan bin Ali), putra keponakan (Ismail bin Muhammad bin Ishaq bin Ja'far ash-Shadiq) dan juga al-Imam al-Buzzi.
2.2 Guru-Guru Beliau
Beliau menimba ilmu hadits dan meriwayatkan dari:
- Musa al-Kadzim
- Hasan bin Zaid bin Ali
- Imam Sufyan at Tsauri.
- Husein bin Zaid bin Imam Ali Zainal Abidin.
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

