16 Dec 2021 · 3.174 dibaca · Kolom
Laduni.ID, Jakarta - Kyai adalah figur utama di dalam pesantren, sang alim dan sholeh. Menjadi kyai harus melewati proses perjalanan menuntut ilmu agama Islam. Ketika sudah selesai di ilmu, ia pun berproses dengan istiqomah, meningkatkan kadar keimanan untuk lebih tinggi maqomnya. Menjadi kyai itu ada yang menyaratkan dimulai dari penguasaan ilmu agama Islam yang komprehensif, bahkan perlu juga menghafal ayat-ayat Al-Qur'an dan Hadis, dan yang pastinya juga wajib adalah hafal Alfiyah Ibnu Malik, selain matan imrithy.
Setelah itu, penguatan atas adab dengan cara mujahadah bi nafsi, sisi batin dengan cara riyadloh. Unsur nafsu lawwamah dan ammaroh dimaksimalkan mengurang, diisi dengan nafsu muthmainnah, hidup qona'ah, zuhud dan wara'. Demikianlah laku hidup sang kyai di setiap pesantren pada umumnya.
Selain mengajar kitab kuning pada santri, kyai lebih pada mendidik tata krama, adab, dan atau akhlakul karimah; baik pada keluarganya, santri seniornya, dan pada semua sant
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+