KH. Muhtadi Mawardi Ulama Nahdlatul Ulama Karawang Jawa Barat
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1 Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Riwayat Keluarga
1.3 Wafat
2 Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
2.2 Guru-Guru Beliau
2.3 Mendirikan dan Mengasuh Pesantren
3 Penerus Beliau
3.1 Anak-anak Beliau
3.2 Murid-murid Beliau
4 Organisasi dan Karier
4.1 Riwayat Organisasi
4.2 Karier Beliau
1 Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
KH. Muhtadi Mawardi lahir 10 Agustus sekitaran tahun 1945 di Cibeber, Cilegon, Banten dari pasangan KH. Mawardi dan Hj. Mahdiah binti Tubagus KH. Muhsin.
1.2 Riwayat Keluarga
Tahun 1971 hijrah ke Lampung selama dua tahun, kemudian sepulang dari lampung silaturahim ke Kerawang, tepatnya ke rekan sepondok ketika di Kaliwungu, alm. H. Zaenal Abidin bin H. Hasan. Tak disangka berjodoh dengan Hj. Imas Hamidah putri KH. Zarkasyi, salah satu pemuka agama di daerah Cilamaya waktu itu.
1.3 Wafat
Beliau wafat 30 mei 2021 di makamkan di pemakaman keluarga pesantren Miftahul Khoirot Karawang.
2 Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
Pada masa kecilnya, beliau menuntut ilmu di Madrasah Jauharatun Naqiyyah Cibeber. Madrasah Jauharatun Naqiyyah adalah lembaga pendidikan terbaik di zamannya di daerah itu karena mengadopsi kurikulum madrasah di Makkah dengan 100% pelajaran kitab kuning. Di madrasah itu beliau masuk sekitar tahun 1955, mengenyam pendidikan Ibtidaiyah, Tsanawiyah dan Aliyah selama 12 Tahun. Di lembaga pendidikan itu pula beliau mengkaji berbagai disiplin kitab dasar, menengah sampai lanjutan.
Selain sekolah diniyah di madrasah itu, beliau juga mengaji kepada beberapa ulama Cibeber, yaitu KH. Abdul Muhaimin (Tafsir Munir, Hikam, Ihya Ulumuddin dll), Tubagus KH. Muhsin (Riyadul badi'iyyah dll), KH. Baghowi (Alfiyah ibnu Malik, Fathul Mu’in dll). Menurut cerita kepada putra-putranya, almarhum menerangkan di antara beberapa guru yang pernah ditimba ilmunya, yang paling mengesankan adalah pengasuh Madrasah Jauharatun Naqiyyah KH. Abdul Muhaimin. Kiai itu selalu menganjurkan dan mengamalkan ibadah shalat pada awal waktu sehingga membekas di hatinya. Di sela-sela belajar di madrasah Jauharatun Naqiyyah, beberapa kali ikut mondok dan pasanan di beberapa kiai dan ulama di Jawa Tengah.
Tahun 1962 dan 1966 mengaji ke Kiai Muhammad Asy’ari Magelang (Pasaran Sohih Bukhori) Tahun 1964-1965 Mondok ke Tegalrejo di bawah asuhan Kiai Chudori (Kelas Fathul Wahab dan Mahalli) Tahun 1967-1969 mengaji ke Kiai Muslih Mranggen (Pasanan kitab ushul fikih seperti Jam'ul Jawami, Lubbul Ushul dan
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

