19 Jan 2022 · 5.273 dibaca · Islam Nusantara
Laduni.ID, Jakarta – Di wilayah Ponorogo dan Madiun, keberadaan masjid berusia ratusan tahun tetap bertahan. Minimal dalam pola arsitektural di dalamnya yang menggunakan pilar berbahan kayu jati utuh dan skema spasial berwujud sokoguru dan sokorowo, mihrab dan mimbar kayu, serambi luas, beduk, dan ini yang penting, keberadaan makam kuno di belakang masjid.
Di kota ini, keberadaan masjid-masjis kuno yang berusia puluhan hingga ratusan tahun masih terlestarikan dengan baik. Yang paling terkenal adalah Masjid Tegalsari peninggalan KH. Muhammad Hasan Besari. Masjid ini terdapat di komplek makam keluarga "Besari", keluarga ulama yang berpengaruh di Jawa Timur era abad XVIII-VIX. Jika pembaca melihat arsitektur Masjid Demak, maka Masjid Tegalsari tidak jauh beda.
Di belakang Masjid Tegalsari ada banyak makam, yang paling sering dikunjungi adalah makam trah Besari: Kiai Ageng Mohammad Besari, Kiai Hasan Yahya dan Kiai Hasan Besari. Juga makam Kiai Nur Shodiq di kompleks yang berbeda.
Di Masjid Josari, Jetis, tak jauh beda. Di belakang masjid
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+