Hadiri Haul Masyayikh, Gus Rozin Ungkap Cara Kiai Sahal dalam Mendidik Santri dan Keluarga

 
Hadiri Haul Masyayikh, Gus Rozin Ungkap Cara Kiai Sahal dalam Mendidik Santri dan Keluarga
Sumber Gambar: Capture Zoom

Laduni.ID, Jakarta – Haul Masyayikh Bulanan Laduni.ID telah selesai dilaksanakan, pada Kamis (27/1/2022), kegiatan yang rutin diselenggarakan setiap bulan ini telah memasuki kali kelima sejak kegiatan perdana pada bulan September 2021 lalu.

Haul Masyayikh Bulanan yang kelima ini juga telah memasuki awal tahun 2022, pada bulan Januari ini Laduni.ID setidaknya mendoakan para ulama dan masyayikh yang wafat sebanyak 27 ulama, termasuk KH. Ahmad Muhajir, Katib Syuriah PCNU Jakarta Pusat yang wafat pada Selasa (25/1/2022) lalu.

Hari Usmayadi, Founder Laduni.ID berharap dengan dikirimnya doa kepada para masyayikh ini, menjadi wasilah dikumpulkannya kita semua dengan para ulama-ulama tersebut.

“Semoga ini menjadikan berkah buat kita semua, menjadikan kesehatan buat kita dan keluarga kita semua, menjadikan negara, bangsa Indonesia dalam kerukunan dan kedamaian. Sehingga menjadi negara-negara maju yang disegani dunia,” kata Cak Usma, sapaan akrabnya.

Pada Haul Masyayikh bulan Januari ini, Laduni.ID juga berkesempatan membacakan biografi mantan Rais ‘Am PBNU dan juga Ketua Umum MUI, KH. Ahmad Sahal Mahfud. Beliau adalah ulama sepuh yang sangat dihormat, Kiai Sahal juga merupakan pengasuh Pondok Pesantren Maslakul Huda Kajen, Pati.

Event yang diselenggarakan secara virtual Zoom Meeting dan disyiarkan secara Live di kanal Youtube ini dihadiri oleh jamaah dari seluruh Indonesia. Jamaah yang hadir merupakan dzuriyah, santri, serta muhibbin para ulama-ulama tersebut. Hadir pula dalam Haul Masyayikh ini KH. Abdul Ghafar Rhazin (Gus Rozin) selaku dzuriyyah Kiai Sahal yang juga akan memberikan sekapur sirihnya dan berkisah tentang Kiai Sahal Mahfudz.

Gus Rozin sangat mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan oleh Laduni.ID ini, menurutnya pada kegiatan yang penuh berkah ini Laduni.ID tidak hanya sekedar memberikan penghargaan pada para masyayikh, namun juga mendoakan masyayikh sesuai bulan wafatnya. Terlebih pada Haul Masyayikh bulan ini, Laduni.ID membacakan biografi Kiai Sahal Mahfud.

“Saya selaku keluarga mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas inisiatif ini yang tentu saja doa ini insyaallah menjadi doa yang makbul, doa yang lebih menerangi makhbarah para masyayikh yang didoakan,” ujar Gus Rozin dalam sekapur sirihnya.

Gus Rozin lalu berkisah bagaimana dirinya mendapat didikan dari Kiai Sahal Mahfudz. Menurutnya, ia selalu dididik sepanjang waktu, setiap saat, sejak ia dilahirkan hingga wafatnya Kiai Sahal. Pola didik yang diberikan KH. Abdullah Salam kepada Kiai Sahal juga diterima oleh Gus Rozin melalui sang ayah.

“Tidak memberikan target dan tidak dituntut apapun, nanti menjadi apa begitu. Ini pula yang diterapkan kepada saya dan kepada para santri yang lain,” ungkap Gus Rozin.

Gus Rozin juga mengungkapkan banyak sekali hikmah dari cerita-cerita Kiai Sahal yang pada akhirnya membentuk karakter positif pada keluarga serta para santri, dan menjadi pribadi yang bermanfaat bagi orang lain.


Editor: Daniel Simatupang