Iyas bin Muawiyah Al-Muzani dilahirkan pada tahun 46 hijriyah di kawasan Yamamah, Najd.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar isi Biografi Iyas bin Muawiyah Al-Muzani
1. Riwayat Hidup
1.1 Lahir
1.2 Wafat
2. Pendidikan
2.1 Perjalanan Menuntut Ilmu
3. Kisah-kisah
3.1 Ditunjuk Sebagai Syekh
3.2 Debat Tentang Minuman Keras
4. Teladan
1.2 Qadli yang Bijak dalam Memecahkan Permasalahan
5. Referensi
1. Riwayat Hidup
1.1 Lahir
Iyas bin Muawiyah Al-Muzani dilahirkan pada tahun 46 hijriyah di kawasan Yamamah, Najd.
1.2 Wafat
Iyas bin Muawiyah Al-Muzani tidak diketahui secara pasti hari, tanggal, bulan, dan tahun kewafatannya karena minimnya sumber informasi.
2. Pendidikan
2.1 Perjalanan Menuntut Ilmu
Iyas bin Muawiyah Al-Muzani bersama keluarganya pindah ke Bashrah. Pada masa kecilnya beliau sudah bolak-balik ke Damaskus dan menimba ilmu kepada para sahabat agung yang masih hidup dan para pemuka Tabi’in.
Beliau sejak kecil telah menampakkan tanda-tanda kecerdikan dan kecerdasannya. Orang-orang mulai menjadikannya buah bibir dalam berita-berita dan hal-hal langka yang ada padanya padahal beliau masih anak kecil.
Diriwayatkan bahwa beliau pernah belajar ilmu hisab di sekolahan milik orang Yahudi dari golongan dzimmi. Lalu berkumpulllah orang-orang Yahudi di sisi sang guru. Mereka kemudian berbincang-bincang seputar masalah agama, sedangkan Iyas mendengarkan mereka dengan seksama tanpa disadari oleh mereka. Guru itu berkata kepada sahabat-sahabatnya (orang-orang Yahudi tersebut),“Apakah kalian tidak merasa heran terhadap orang-orang Islam yang mengklaim mereka bisa makan di surga tanpa membuang hajat (kotoran)!!
Lalu Iyas menoleh kepadanya sembari berkata, “Apakah anda mengizinkanku, wahai guru, untuk berbicara tentang apa yang kalian perbincangkan barusan?”
Guru itu berkata, “Ya, silahkan.” Maka anak muda ini berkata, “Apakah setiap apa yang dimakan di dunia keluar menjadi kotoran?” Guru berkata, “Tidak.”
Anak muda itu berkata lagi, “Lalu ke mana perginya makanan yang tidak ke luar itu.?” Guru itu berkata, “Pergi (hilang) dan menjadi makanan badan (gizi).”
Anak muda itu berkata lagi, “Lalu apa alasan pengingkaran kalian terhadap sebagian apa yang kita makan di dunia pergi (hilang) dan menjadi makanan badan (gizi) bahwa kelak di surga semuanya menjadi makanan badan?” Lalu guru itu mengangkat tangannya dan berkata kepadanya, “Sungguh engkau ini anak yang luar biasa!”
Usia anak muda ini semakin bertambah dari tahun ke tahun dan kecerdasannya terus mengalami kemajuan sehingga beritanya sampai kemana pun dia berada.
Diriwayatkan, bahwa saat memasuki Damaskus beliau masih anak kecil (belum mencapai usia baligh), lalu terjadi perselisihan pendapat antara dirinya dan seorang tua, penduduk Damaskus mengenai suatu hak. Ketika beliau tidak bisa meyakinkan orangtua tersebut dengan hujjah, maka diapun mengajaknya ke pengadilan.
Ketika keduanya telah berada di hadapan Qadli (hakim), Iyas bersikap keras dan mengeraskan suaranya terhadap lawannya tersebut. Lalu Qadli berkata kepadanya, “Rendahkan suaramu! wahai anak muda sebab lawanmu ini adalah seorang yang tua umur dan kedudukannya.”
Lalu Iyas berk
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

