Konsultasi Psikologi: Bagaimana Cara Menghadapi Anak yang Suka Marah-Marah dan Berhalusinasi?

Konsultasi Psikologi: Bagaimana Cara Menghadapi Anak yang Suka Marah-Marah dan Berhalusinasi?

Assalamu'alaikum wr wb

Saya orang tua dari K. Anak saya laki-laki, umur 40 tahun. Anak saya lulusan D3. Dia sebenarnya kecewa hanya bisa D3, karena inginnya jadi sarjana.  Setelah lulus anak saya kerja di rumah sakit. Tapi tidak betah, dan akhirnya keluar. Anak saya berusaha lagi untuk melanjutkan ke S1, tapi gagal. K sangat kecewa. 

Baca juga: Bagaimana cara menghadapai anak yang cendrung pendiam dan tertutup?

Sejak itu perilakunya berubah menjadi lebih emosional, marah-marah, sulit diatur, sulit tidur, keinginannya harus diikuti dan bicaranya mulai ga jelas. Kira1kira setahun kemudian, K bertambah parah. K sering marah ke orang tuanya, memukul orang tuanya, memanjat genteng tanpa tujuan dan mulai mendengar bisikan-bisikan. Anak saya kenapa ya Pak? Dan apa yang harus saya lakukan?

Wassalamu’alaikum wr wb

Ibu U Depok

Jawaban :

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh  

Terima kasih sudah berbagi dengan kami, Bu.  Berdasarkan cerita yang ibu sampaikan tampaknya ananda mengalami permasalahan psikologis yang cukup berat dan kemungkinan memiliki kecenderungan ke arah gangguan mental. Hal ini bisa terlihat dari perkataan dan perilakunya yang tidak wajar serta kemungkinan mengalami halusinasi pendengaran. 

Baca juga: Tips menyongsong tahun baru 2019, untuk menjadi pribadi yang lebih baik

Saya tidak berani menyebutkan jenis gangguan mentalnya, karena hal ini harus dilakukan pemeriksaan psikologis mendalam oleh ahli. Saran saya, segera bawa ananda dibawa ke psikolog atau psikiater untuk mendapat penanganan lebih lanjut. Jika dibiarkan, maka gejala yang muncul akan bertambah banyak. Semakin lama dibiarkan, akan semakin sulit menyembuhkannya.  Selain itu, di keluarga perlu diciptakan suasana yang tenang agar ananda tidak terganggu, karena biasanya orang dengan ciri gangguan seperti itu, cenderung sensitif dan mudah marah.  Mungkin itu yang bisa saya sampaikan, Bu. Mudah-mudahan segera tertangani, Bu.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Salam hormat

Dr. Muhammad Fakhrurrozi, M.Psi