Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Makam Ziarah · Syekh Maulana Syamsudin, Waliyullah Shohibul Karomah dari Pemalang
✓ Terverifikasi Tim Riset

Syekh Maulana Syamsudin, Waliyullah Shohibul Karomah dari Pemalang

68.095 kali dibaca · Lokasi Ziarah

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Makam Syech Maulana Syamsudin Letak Makamnya dekat pantai Widuri tepatnya di Desa Widuri, Pemalang, Jawa Tengah

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

Laduni.ID, Jakarta - Syekh Maulana Syamsudin berasal dari Baghdad (Irak), dan masih keturunan Syekh Abdul Qodir Al-Jailani. Pada umur 10 tahun, beliau keluar dari Baghdad menuju tanah Jawa untuk belajar ilmu agama pada Syekh Maulana Maghribi di Tuban dan Gresik, Jawa Timur. Setelah berguru selama 20 tahun, suatu hari beliau diperintah oleh Syekh Maulana Maghribi untuk menyampaikan surat kepada Sunan Gunung Jati di Cirebon.

Menurut beberapa sumber, Syekh Maulana Syamsuddin wafat ketika sedang mengemban tugas dari Syekh Maulana Maghribi untuk mengantarkan surat kepada Sunan Gunung Jati di Cirebon. Dalam perjalanan ke Cirebon, beliau dicegat gerombolan perampok yang mengiranya seorang saudagar. Dalam perlawanan menghadapi gerombolan perampok, beliau wafat terbunuh.

Seperti para ulama dan tokoh yang hidup pada masa itu, Syekh Maulana Syamsudin juga memiliki beberapa gelar nama, di mana gelar nama tersebut menjadi sebuah isyarat, yang menunjukkan bahwa beliau adalah sosok manusia mulia dan agung.

Di antara gelar nama yang disematkan ke beliau adalah Syarifudin, Hasanuddin dan Syamsuddin, di samping itu gelar-gelar tersebut juga memberikan isyarat bahwa beliau adalah sosok ulama yang memiliki wawasan keilmuan agama yang sangat dalam dan luas. Mencakup berbagai bidang ilmu baik itu tafsir, hadis, fiqih maupun tasawuf, sehingga dengan keluasan ilmunya itu bagai mentari agama yang menyinari dunia (Syamsuddin).

Tidak cukup itu saja, keluasan ilmu agama yang dimilikinya itu terus diamalkan dalam tutur kata, perbuatan, dan tingkah lakunya. Seluruhnya mengkristal pada diri dan jiwanya, sehingga membuatnya sangat indah dipandang dan sejuk serta mempesona, mencerminkan kemuliaan dan keindahan agama Islam seperti gelar nama yang disandang beliau itu.

Gelar lain yang disematkan kepada beliau adalah "Jogo Segoro" yang berarti "Penjaga Lautan", gelar tersebut mengisyaratkan bahwa Syekh Maulana Syamsuddin adalah sosok ulama yang tidak hanya mumpuni dalam bidang agama semata, akan tetapi beliau adalah sosok pejuang yang memiliki keahlian dalam strategi perang dan kelautan, sebagai benteng keamanan dan pertahanan rakyat di laut yang beliau gunakan untuk melawan penjajah.

Sementara gelar Mbah Kramat atau dalam bahasa arab Shohibul Karomah, mengisyaratkan bahwa beliau juga seorang ulama pilihan yang suci, arif billah, taat kepada Allah SWT dan Rasul-Nya.

Profil
Syekh Maulana Syamsudin memiliki nama lengkap Sayyid Hasan Syamsudin bin Awwad Al Alawi, beliau dilahirkan pada sekitar tahun 1700 M atau 1100 H, dari keluarga santri, pejuang, dan negarawan.

Nasab beliau Sayyid Hasan Syamsuddin bin Sayyid Awwad bin Sayyid Hasan bin Al-Imam Idrus bin Al-Imam Muhammad bin Al-Imam Hasan bin Al-Imam Yahya Ba'alwi bin Al-Imam Hasan Al-Ahmar bin Al-Imam Ali Al-Annaz bin Al-Imam Alwi Annasiq bin Al-Imam Muhammad Mauladdaweleh bin Al-Imam Ali Maula Darrak bin Al-Imam Alwi Al-Ghoyur bin Al-Imam Muhammad Al-Faqih Muqoddam hingga bersambung sampai Ke Sayyidah Fathimah binti Rasulullah dan Sayyidina Ali bin Abi Thalib.

Jika di tilik dari tahunnya beliau sezaman dengan Paku Alam 1 atau Pangeran Harya Natakusuma (1764-1829 M) juga sezaman dengan Paku Alam 2 atau Raden Tumenggu

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+