Dengarkan lantunan 114 surat dari qari pilihan dunia, dan pelajari dasar-dasar ilmu tajwid.
Tajwid adalah ilmu membaca Al-Qur'an sebagaimana diturunkan — memberikan hak setiap huruf: makhraj, sifat, dan hukumnya. Berikut hukum-hukum pokoknya.
Setiap huruf hijaiyah memiliki tempat keluar: rongga mulut (jauf), tenggorokan (halq), lidah (lisan), dua bibir (syafatain), dan rongga hidung (khaisyum). Melafalkan huruf dari makhraj yang tepat adalah pondasi tajwid — sebelum hukum apa pun dipelajari.
ا ح خ ع غ هـ — ب م و
Contoh: huruf halq (tenggorokan) dan syafatain (bibir)Bila nun mati (نْ) atau tanwin bertemu huruf tertentu: (1) IZHAR — dibaca jelas bila bertemu huruf halq (ء هـ ع ح غ خ); (2) IDGHAM — dilebur ke huruf يرملون, bighunnah (dengan dengung) pada ينمو, bilaghunnah pada ل ر; (3) IQLAB — nun berubah menjadi mim samar bila bertemu ب; (4) IKHFA — dibaca samar-samar pada 15 huruf sisanya.
مِنْ بَعْدِ ← iqlab · مَنْ يَقُولُ ← idgham bighunnah
Contoh: QS Al-BaqarahMim mati (مْ) punya tiga hukum: IKHFA SYAFAWI (samar + dengung) bila bertemu ب; IDGHAM MIMI (lebur + dengung) bila bertemu م; dan IZHAR SYAFAWI (jelas, tanpa dengung) bila bertemu huruf selain keduanya.
تَرْمِيهِمْ بِحِجَارَةٍ ← ikhfa syafawi
Contoh: QS Al-Fil : 4Setiap nun atau mim yang bertasydid (نّ / مّ) wajib dibaca dengung sepanjang dua harakat, di mana pun posisinya.
إِنَّ · ثُمَّ · النَّاسِ
Contoh: tahan dengung ± 2 harakatMAD THABI'I: alif setelah fathah, ya sukun setelah kasrah, wau sukun setelah dhammah — panjang 2 harakat. MAD FAR'I: mad yang bertemu hamzah atau sukun, panjangnya 2–6 harakat, di antaranya mad wajib muttashil (4–5), mad jaiz munfashil (2–5), dan mad lazim (6).
قَالَ ← 2 harakat · جَاءَ ← 4–5 harakat · الضَّالِّينَ ← 6 harakat
Contoh: thabi'i, wajib muttashil, lazimLima huruf qalqalah (dikumpulkan dalam قُطْبُ جَدٍ) dibaca memantul bila sukun. Qalqalah SUGHRA (pantulan kecil) bila sukunnya di tengah kata; qalqalah KUBRA (pantulan besar) bila diwaqafkan di akhir ayat.
يَدْخُلُونَ ← sughra · قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ← kubra pada أَحَدْ
Contoh: QS An-Nasr & Al-IkhlasBerhenti (waqaf) sebaiknya pada tanda waqaf: مـ (wajib berhenti), لا (jangan berhenti), ج (boleh), صلى (lebih baik lanjut), قلى (lebih baik berhenti), serta ۛ ۛ (berhenti di salah satu). Memulai kembali (ibtida) hendaknya dari kata yang tidak merusak makna.
مـ · ج · صلى · قلى · لا
Contoh: tanda-tanda waqaf dalam mushaf standar Indonesia