29 Sep 2017 ยท 3.583 dibaca · Hak-hak mayit dan Fardlu Kifayah yang hidup
Pertanyaan :
Apakah mayat yang air mandi tidak dapat sampai ke pantatnya (masrabah) harus ditayamumkan atau tidak?
Sebagai mayat yang belum dikhitani?
Jawab :
Pendapat Ibn Hajar apabila pada pantat itu terdapat najis, maka harus ditayamumkan dan disembahyangkan. Pendapat itu berbeda dengan pendapat Imam Ramli. Tetapi apabila pada pantat tersebut tidak terdapat najis maka kedua Imam tersebut sependapat: Bahwa harus ditayamumkan dan disembahyangkan. Sedang Muktamar memilih pendapat Imam Ibn Hajar.
Keterangan, dalam kitab:
(ู ูุณูุฃูููุฉู) ููู ููู ุชูุนูุฐููุฑู ุบูุณููู ููููููุชููู ููู ููู ู ููุตููููู ุนููููููู ุนูููุฏู ุญุฌ ูููุงู ููู ููู ู ูููุงู ููุตููููู ุนููููููู ุจููู ููุฏููููู ุจููุงู ุตููุงูุฉู ุนูููุฏู ู ุฑ. ุงูู.
Mayit yang sulit dibersihkan bagian dalamnya (seperti kulup penis), ma
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan โ tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+