02 Oct 2017 · 8.845 dibaca · Fadhilah/ Keutamaan
Meminum Minyak Al-Qur’an
Pertanyaan :
Bagaimana hukum meminum yang dinamakan minyak al-Qur’an untuk memperkuat badan dan untuk menjauhkan diri dari perbuatan zina. Apakah haram, atau makruh, ataukah sunat, atau boleh (mubah)?
Jawab :
Kalau yang dimaksudkan itu air untuk merendam lafal-lafal al-Qur’an sampai hancur, maka hukumnya tidak haram.
Keterangan, dari kitab:
(قَوْلُهُ لاَ شُرْبُ مَحْوِهِ) أَي لاَ يَحْرُمُ شُرْبُ مَا مُحِيَ مِنَ الْقُرْآنِ. وَعِبَارَةُ الْمُغْنِيّ وَلاَ يُكْرَهُ كَتْبُ شَيْءٍ مِنَ الْقُرْآنِ فِيْ إِنَاءٍ لِيُسْقَى مَائُهُ لِلشِّفَاءِ.
Tidak haram meminum air larutan tulisan al-Qur’an. Dalam kitab al-Mughni dijelaskan, tidak dimakruhkan menulis sesuatu (ayat-ayat) yang terdapat dalam al-Qur’an ke suatu bejana untuk diminumkan airnya untuk penyembuhan.
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+