Syekh Quthb ad-Din asy-Syirazi adalah pakar astronom dan kedokteran muslim.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi Profil Syekh Quthb ad-Din asy-Syirazi
Kelahiran
Syekh Quthb ad-Din asy-Syirazi bernama lengkap Quthbuddin Mahmud as-Syirazi. Beliau adalah pakar astronom dan kedokteran muslim. Ia lahir di Kazerun, daerah Syiraz, selatan Iran pada 6 Safar 634 Hijriyah/7 Oktober 1236 Masehi dari keluarga dengan tradisi tasawwuf.
Wafat
Syekh Quthb ad-Din asy-Syirazi wafat pada 710 H/1311 M.
Lingkungan Keluarga Tasawwuf
Syekh Quthb ad-Din asy-Syirazi adalah putra Zia al-Din Mas’ud Kazeruni seorang dokter dan juga pemimpin Sufi dari golongan Kazeruni. Zia al-Din menerima Khirqanya (jubah Sufi) dari Omar Shahab al-Din Suhrawardi. Syekh Quthb ad-Din yang berpakaian Khirqa (jubah Sufi) sebagai berkah dari ayahnya pada usia sepuluh tahun. Kemudian, ia juga menerima jubahnya sendiri dari tangan Najib al-Din Bozgush Shirazni, Sufi terkenal di zamannya.
Pendidikan
Syekh Quthb ad-Din mulai belajar kedokteran di bawah asuhan ayahnya. Ayahnya melatih dan mengajar kedokteran di rumah sakit Mozaffari di Shiraz. Saat Syekh Quthb ad-Din berusia 14 tahun, ayahnya meninggal dunia, sehingga pamannya dan master lainnya melatihnya ilmu kedokteran. Ia juga mempelajari Qanun yang dikenal karena komentar-komentar sarjana Persia, Ibnu Sina. Secara khusus ia membaca komentar dari Fakhr al-Din Razi di Canon of Medicine dan Quthb al-Din mengangkat banyak isu sendiri. Hal ini menyebabkannya memutuskan sendiri untuk menulis komentarnya sendiri, di mana ia memutuskan banyak masalah di perusahaan Nasir al-Din al-Tusi .
Ketika dunia Barat masih diselimuti masa kegelapan, ketika Barat masih gagap ilmu pengetahuan, Quthbuddin asy-Syirazi telah hadir sebagai sosok yang begitu maju dan mengagumkan di bidang matematika, fisika, astronomi, dan kedokteran. Ia bekerja sebagai dokter di Syiraz setelah mampu menyelesaikan pendidikannya terlebih dahulu. Ketika Barat belum memiliki rumah sakit yang baik, Quthbuddin Shirazi sudah aktif sebagai dokter dan bertahun-tahun bekerja di rumah sakit Shiraz di Iran selatan. Saat itu, rumah sakit di belahan Timur, atau dunia Islam, sudah sangat istimewa dan berkelas sementara Barat masih terpusar dalam ilmu perdukunan dan sihir.
Selama menjadi dokter, ia senang membaca berbagai kitab dari ilmuwan yang terkenal pada zamannya, termasuk karya Ibnu Sina. Ketertarikannya juga ditunjukkan dengan mulai bergurunya ia kepada Nashiruddin at-Thusi. Quthbuddin As syirazi juga adalah seorang sunni penganut Syafi’iyah. Qutb al-Din kehilangan ayahnya pada usia empat belas tahun sehingga menjadi dokter mata di rumah sakit Mozaffari di Shiraz menggantikan posisi ayahnya tersebut. Pada saat yang sama, ia menimba ilmu dari pamannya Kamal al-Din Abu’l Khayr, Sharaf al-Din Zaki Bushkani, dan Shams al-Din Mohammad Kishi. Ketiganya adalah guru ahli dari Canon of Avicenna.
Dia berhenti dari profesi medis sepuluh tahun kemudian dan mulai mencurahkan waktu untuk pendidikan lanjutan di bawah bimbingan Nasir al-Din al-Tusi. Ketika Nasir al-Din al-Tusi, sarjana-wazir terkenal dari Mongol Holagu Khan mendirikan observatorium dari Maragha, Qutb ad-Din Shirazi menjadi tertarik ke kota. Dia meninggalkan Shiraz beberapa saat setelah tahub 1260 dan di Maragha sekitar tahun 1262. Di Maragha Qutb al-din kembali mendapat pendidikan dalam bimbingan Nasir al-Din al-Tusi, dengannya ia mempelajari al-Esharat wa-Tanbihat of Avicenna. Dia membahas kesulitan dia dengan Nasir al-Din al-Tusi pada pemahaman kitab pertama dari Canon of Avicenna. Saat bekerja di observatorium baru, ia belajar astronomi di bawahnya. Salah satu proyek ilmiah yang penting adalah penyelesaian t
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

