19 Jan 2018 Β· 38.276 dibaca · Pesantren
Seiring dengan jumlah santri yang terus meningkat, sarana fisik pesantren (asrama)-pun ikut meningkat. Juga sistem belajar-mengajar mengalami perubahan. Dulu hanya menggunakan sistem belajar-ngaji sorogan, musyawarah (diskusi) dan bandongan. Sekarang ditambah sistem tarbiyah (metode sekolah). Sehingga pondok pesantren Assalafiyah membentuk lembaga madrasah-sekolah, dari mulai tingkat ibtida (pemula) sampai aliyah (tinggi). Sesuai pernyataan para ulama yang menjadi landasan modernisasi pesantren:“ Al Muhafazhotu ‘alal qodimisshalih wal akhdzu bil jadidil ashlah ” [Melestarikan sistem-pola lama yang masih baik dan mengakomodir cara-cara modern yang lebih baik]
Setelah pondok pesantren Assalafiyah maju dan terkenal, banyak permintaan masyarakat untuk menerima santri yang sekolah formal. Namun beliau Kiai Subhan belum berminat. Karena beliau berkomitmen untuk mempertahankan ke-salaf-an pendidikan pesantren As Salafiyah, Luwungragi, yang diwariskan bapaknya. Tapi desakan membuka pesantren bersekolah formal semakin tidak te
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan β tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+