31 Jan 2018 Β· 21.059 dibaca · Pesantren
Profil
Berawal dari keprihatinan seorang KH. Abdul Hamid akan masa depan belajar mengaji anak-anak di Desa Pajomblangan, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, beliau merasa tergugah untuk mengadakan pendidikan khusus Al-Qur’an anak-anak yang efektif, tertata, dan menyakinkan. Maka, didirikanlah Pondok Pesantren Al-Qur’an anak-anak dengan program 2 tahun khatam bin nadlor.
Pada perkembangannya muncul problema baru setelah anak-anak ini khatam Al-Qur’an. Kendala ekonomi orang tua, kenalan anak maupun pergaulan dan lingkungan, membuat ilmu membaca Al-Qur’an ini seakan hilang tiada berbekas. Maka digagaslah membentuk program kelanjutan dengan memproses Pondok Pesantren Diniyyah Mamba’ul Huda pada tahun 1990, yang mempelajari, menggali dan mengkaji ilmu-ilmu agama secara luas meliputi berbagai disiplin ilmu agama Islam, di antaranya: fiqih, tauhid, akhlak, nahwu, shorof, dan lain-lain yang berjalan sampai dengan saat ini.
Pada tahun 200
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan β tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+