31 May 2018 Β· 16.348 dibaca · Pesantren
Profil
Dengan niat yang bulat dan tulus maka Kyai Rohmat Noor mengajak lapisan masyarakat khususnya tetangganya untuk membangun sebuah mushala. Rencananya mushala tersebut bukan hanya sebagai tempat berjama’ah saja tetapi juga sebagai majlis ta’lim. Karena minimnya dana, beliau dengan ikhlas menjadikan sebagian rumahnya yang sebelah timur untuk menjadi mushala, dan mushala tersebut diberi nama ”Nurul Huda” (beberapa cahaya petunjuk). Di sinilah para tonggo teparo, sanak kerabat di gladi mengaji mulai dari alif, ba’, ta’ dan sampai nawaitul al-wudlu-a yang konon ceritanya masih sangat awam alias abangan itu.
Pada tahun 1982 beliau mendapatkan rezeki pergi ke Tanah Suci untuk menunaikan rukun Islam yang kelima yaitu menunaikan haji. Setelah pulang dari Tanah Suci, beliau dibantu keluarganya semakin memfokuskan pada majlis ta’lim yang didirikannya. Dari waktu ke waktu seiring dengan perputaran zaman, datanglah satu persatu santri dari luar daerah u
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan β tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+