09 Jul 2018 Β· 2.340 dibaca · Kolom
Oleh: M.Hasanie Mubarok
Alumni Ponpes al-Jihad Pontianak
Saya tidak tahu pasti kenapa perbincangan Islam Nusantara ini kembali mengemuka beberapa hari terakhir. Kasus permintaan maaf yang disampaikan oleh penceramah wanita kondang Mamah Dedeh beberapa waktu lalu serta beberapa diskusi panjang di media tentang Islam Nusantara menjadi asbabul wurud dari tulisan ini. Bukan hendak menjernihkan diskusi lawas yang ditengarai oleh tema Muktamar NU ke-33 di Jombang beberapa tahun lalu. Tapi lebih kepada pembukaan ruang diskusi demi lahirnya kilas pemikiran yang lebih serius tentang Islam Nusantara ke depannya.
Sebelum terlalu jauh, penulis memposisikan Islam Nusantara sebagai sebuah aktifitas ilmiah yang tidak perlu dibicarakan oleh orang-orang yang tidak konsentrasi mengkaji beberapa disiplin keilmuan seperti filsafat Islam dan Ushul Fiqh secara formal atau non-formal. Hemat penulis, Islam Nusantara adalah sebuah perbincangan tentang nalar (al-Aql) berislam yang sejauh ini dihayati dan dijalankan dengan penuh semangat oleh mayoritas p
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan β tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+