14 Jul 2018 · 3.340 dibaca · Ringan Riuh
Lalu Muhammad Zohri, kurang dari dua puluh empat jam, sprinter Indonesia ini sudah menjadi selebritis. Semuanya ingin memanfaatkan dia. Berbagai oknom, secara pribadi dan kelembagaan, berlomba mendesign kemiskinannya menjadi sebuah penampilan yang mengugah.
Zohri, si anak yatim piatu yang hanya tinggal di gubuk berdinding oleh pemain sosmed diperlihatkanlah rumahnya melalui clip video. Tulisan-tulisan mengharukan disebarluaskan. Cerita-cerita soal kemiskinannya, termasuk ketidakmampuannya membeli sepatu, bisa ditemui di berbagai media sosial.
Dari pihak lain, para politisi dengan kekuatan politik agitansinya menawarkan segala macam hal. Mereka memelintir cerita untuk kepentingan majikannya. Sederhananya, mereka dari berbagai front, memanfaatkan status selebritas Zohri yang bahkan belum berumur 24 jam.
Lebih riskan, politisi yang bercita-cita mengganti presiden di periode mendatang, mempersoalkan kinerja pemerintah dengan isu kurangnya perhatian dari pemerintah kepada atlitnya. Sementara, para pendukung presiden berusaha menghubungkan Zohri dengan
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+