22 Jul 2018 Β· 8.441 dibaca · Hikmah
Satu kali salah berpikir, akan beberapa kali pasti salah mengambil kesimpulan. Suatu saat seorang ustadz melaksanakan umrah ke Makkatul Mukarramah. Saat berkunjung ke Makam Rasulallah di Baqi’, ia merekam—situasi dan kondisi—peziarah yang berlalu lalang beserta praktik ibadah yang dilakukan mereka di masjid itu. Selepas itu, ia membandingkannya dengan makam yang ada di Indonesia. Mulai dari soal tata cara ziarahnya, membangun kuburan dan sebagainya.
Berdasarkan rekaman itu, si ustadz mengeluarkan fatwa. Haram, bid’ah dan kurafat mulai dilontarkan dengan dengan menggunakan dalil dan tafsir yang dilakukannya sendiri. Aku sempat tersenyum sinis melihat lagak si usatad yang ke-PD-an itu. Sempat terlintas hal aneh dalam benak ini, mereka jauh-jauh datang ke makam Baqi' hanya untuk belajar menyalahkan saudaranya yang berbeda madzhab. Aku mulai mengambi kesimpulan, pasti si ustadz ini berseragam travel Al-Mawaddah. Maka, Berhati-hatilah mencari travel dan pembimbing umroh.
Nah, aku kemudian berpikir, pemahaman yang demikian in
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan β tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+