23 Jul 2018 Β· 7.294 dibaca · Hikmah
Laduni.ID, Jakarta - Melihat perilaku politik Indonesia dewasa ini, banyak pengamat yang menyebutnya sebagai politik dinasti. Mulai dari kepala daerah yang meneruskan estafet kepemimpinan kepada anak-anaknya hingga para pemimpin partai yang “ujug-ujug” menjadikan putra atau putrinya sebagai pejabat teras di lingkup partai atau jabatan eksternal lainnya. Seolah anak-anaknya adalah putra mahkota yang telah dititahkan melanjutkan tampuk kekuasaan orang tuanya.
Fenomena "putra mahkota" mengingatkan pada sosok tokoh muda di masanya, KH. Wahid Hasyim. Ia adalah seorang pemikir, pejuang sekaligus seorang ulama yang memiliki kontribusi besar bagi kemerdekaan Republik Indonesia. Namun, di balik kegemilangan karir Menteri Agama pertama Indonesia itu, timbul pertanyaan: Apakah karena kapabilitasnya ia meraih capaian prestisius itu ataukah karena previllage-nya sebagai seorang putra mahkota?
Sosok Gus Wahid Hasyim yang bernama lengkap KH. Abdul Wahid Hasyim itu adalah putra pertama dari Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari.
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan β tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+