31 Jul 2018 Β· 2.973 dibaca · Aswaja
Sore itu, sosok bersarung dan diikuti santri melangkah ke pesarean (maqam) Kalipucung Sanankulon Blitar. Beliau bersila di depan sohibul maqbarah. Tepatnya sosok tersebut takziah/ ziaroh ke salah satu pesarean sesepuh kampung halamannya.
Pak Marzuki--sebutan masyarakat Kalipucung Blitar--kepada Kiai yang dikenal sebagai Benteng Aswaja ini. Kedatangannya ke pesarean juga dalam rangka mengenang masa kecil di kampung asri itu.
Ayah beliau yang bernama Kiai Mustamar adalah santri Rais Syuriah PCNU Blitar, Mbah Kiai Manshur Kalipucung Blitar (karib Mbah Kiai Wahab Hasbullah). Acapkali Pak Marzuki menuturkan bahwa ayahnya mendapatkan gemblengan dari Mbah Kiai Manshur ketika perang berkecamuk di negeri ini.
Setelah perang mereda, Kiai Mustamar sekeluarga pindah rumah ke daerah Kanigoro Blitar. Disitulah Kiai Mustamar menghabiskan masa tuanya. Sedangkan Marzuki muda mengenyam pendidikan di Malang dan digembleng oleh alm. Kiai Masduqi Mahfudz, Malang.
Perjuangan sosok sederhana yang dikenal dengan Kiai Marzuki Mustamar pengasuh pond
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan β tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+