03 Aug 2018 · 7.933 dibaca · Hikmah
Nur Kholik Ridwan
Anggota PP RMI NU
Penerima pertama wirid al-Musabba`ât al-`Asyara dari Nabi Hidhir, berdasarkan hikayat dalam Quttul Qulûb dan Ihyâ’ adalah Imam Ibrahim at-Taimi, lalu dituturkan oleh A’masy dan dikemukakan oleh wali Abdal bernama Kurz bin Wabrah, sebagai amalan yang diterima dari kawannya. Imam Ibrahim at-Taimi mendapat mimpi bertemu Kanjeng Nabi Muhammad dan beliau mengabarkan fadhilah dari wirid itu, setelah sebelumnya bertemu dengan Hidhir di Mekkah. Sementara Syaikh Kurz bin Wabrah mendapat hadiah wirid mulia dari sahabatnya dari Syam.
Tanggapan sebagian ahli hadits tentang ini berbeda dari kalangan sufi. Hafizh Murtadho az-Zubaidi, berusaha menjelaskan, dengan berusaha memahami selain dari sudut ilmu hadits, juga dari ilmu tasawuf, sehingga, untuk al-Fadho’ilul A’mâl menurutnya bisa diamalkan. Begini komentar pensyarah Ihyâ’ itu, ketika mengomentari ini:
“Al-A’masy menyebutkan/meriwayatkan ini darinya bi`ainihi menurut pengarang k
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+