07 Aug 2018 · 2.780 dibaca · Islam Nusantara
Setelah sukses melakukan Islamisasi di Pulau Jawa, Walisongo kemudian melanjutkan dan memfokuskan dakwahnya dalam ranah pendidikan. Salah satu sebab Walisongo cepat diterima di kalangan masyarakat Jawa kuno, tak lain karena strategi dakwah mereka yang sangat jitu. Adapun strategi dakwah yang mereka lakukan, yaitu dengan jalan mendialektikakan dan mengakulturasikan budaya lokal dengan agama Islam. Hal itu bermula dari paradigma mereka terhadap kebiasaan masyarakat Jawa, bahwa masyarakat pribumi kala itu sangat erat akan budaya.
Dalam hal itu, berdasarkan asumsi penulis, mereka mencoba melakukan semacam pendekatan terhadap masyarakat yang erat akan budaya. Dengan kata lain, strategi dakwah mereka lebih menitikberatkan terhadap apa yang masyarakat butuhkan. Dalam artian, mereka berdakwah, tapi di dalam dakwahnya tersebut mereka juga ingin mencoba menjadi manusia yang bermanfaat kepada sesamanya. Tidak dapat diragukan lagi bahwa mereka dalam dakwahnya menjunjung tinggi Khoir Al-naas Anfauhum Li Al-naas.
Setelah ajaran dakwah mereka yang me
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+