08 Aug 2018 Β· 3.916 dibaca · Aswaja
LADUNI.ID, Jakarta - Saya tanya kepada Anda semua, singa liar sama singa sirkus mana yang lebih berwibawa?" tanya Kiai Subhan Makmun kepada jamaah.
Para jamaah kompak menjawab, "Singa liar!"
"Nah," timpal Kiai Subhan, "Panjenengan semua yang menjadi ustadz, kiai, tokoh agama di masyarakat jadilah seperti singa liar."
Menurut Rais Syuriyah PBNU ini singa liar lebih berwibawa karena ia mencari makan sendiri tanpa mengharap pemberian orang lain. Sementara singa sirkus itu makan dari pemberian sang pawang, tidak mencari sendiri. Maka ia menurut dengan apa yang diperintahkan sang pawang.
Sebagai seorang ustadz, kiai, tokoh agama di masyarakat semestinya jangan suka mengharap pemberian dari jamaahnya atas apa yang ia lakukan bagi mereka. Dengan demikian ia bebas berdakwah menyampaikan kebenaran, tidak terpengaruh oleh siapa pun dan apa pun.
Namun sebaliknya, bila ia mengharap pemberian dari jamaah atau orang yang dibimbingnya maka ia akan menjadi singa sirkus. Ia hanya akan mengikuti apa yang dimaui ole
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan β tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+